Potretkota.com - Asik mancing ikan di Dermaga Roro Selatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mobil pickup B 9088 ZE yang diparkir Hutomo (55) tiba-tiba tercebur di laut. Akibat peristiwa ini, warga Semolowaru Surabaya ini mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Pegawai Syahbandar Utama Tanjung Perak Surabaya, Amiruddin (55) mengatakan, kejadian berlangsung sekitar jam 16.30 sore. "Mobil diparkir disini (Parkir Roro Jamrud Selatan) tiba-tiba jalan sendiri dan kecebur laut," katanya pada Potretkota.com, Kamis (15/3/2018) malam.
Baca juga: Tawuran Antar Nelayan di Pasuruan Beberapa Perahu Dibakar Massa
Karena kecelakaan tunggal ini, KM Kumala dari Banjarmasin yang akan bersandar di Jamrud Selatan Dermaga Terminal Roro Tanjung Perak Surabaya ditunda hingga mobil dievaluasi. "Kalau engga ditunda bahaya, kapal bisa menabrak mobil," terang Amir, kedalaman laut sekitar 15 meter.
Tidak lama mobil pickup tercebur laut, datang tim penyelam. Penyelam yang datang bukan disediakan pihak pemerintah di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, melainkan dari jasa penyelam yang biasa mangkal di Dermaga Mira Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Jasa penyelam ini tidaklah gratis, mainkan ada uang jasa yang harus dikeluarkan Hutomo. "Kalau ini Rp 2 juta," terang Amin Asmuni (58) warga Kamal Bangkalan, Madura.
Menurut Amin, yang kesehariannya bekerja sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, harga Rp 2 juta sudah termasuk biaya perahu, penyelam. "Perahunya Rp 400 ribu, Rp 200 saya, sisanya untuk penyelam,' akunya.
Baca juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal
Harga pertolongan ini menurut Amir relatif murah, selain kecelakaan tanpa disengaja, karena sopir pickup sudah tak berdaya. "Kalau ini kasihan, biasanya bisa mencapai Rp 5 juta. Kalau bersihkan kotoran pada baling-baling kapal saja Rp 3 juta. Ya lihat barang yang harus dicari dalam laut itu apa, relatif saja," paparnya.
Mereka penyelam selain di Dermaga Mira, ada juga yang stanby di Dermaga Nilam dan Kamal. "Kalau engga ada job cari barang dilaut, mereka (penyelam) biasa cari kawat, besi, barang bekas yang ada dalam laut," ungkapnya Amin tidak berani mencari mayat dilaut karena urusan tim SAR.
Meski penyelam berhasil mengaitkan tali pada mobil sejak pukul 18.30 Wib, namun evakuasi belum juga dilakukan karenanya tidak ada crane untuk mengangkat pickup yang tenggelam. "Masih negosiasi sewa crane, belum ada harga kesepakatan," tambah Amir, harga sewa crane per tiga jam biasanya Rp 8 juta.
Baca juga: Dump Truk Overload Sasak Minibus dan Pick Up, Makan Korban Jiwa
Karena menunggu datangnya crane terlalu lama, para penyelam pun kesal dan berniat meninggalkan lokasi kejadian, namun hal tersebut dapat dicegah oleh Amir. "Kalau kalian pergi, izin berlayar kalian akan kami cabut. Lihat saja," tegasnya.
Meski berada dilokasi kejadian tenggelamnya mobil pickup, Manager Pelayanan Terminal Jamrud PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Surabaya Denny Wuwungan, hanya bisa menonton tidak bisa berbuat apa-apa. Kurang lebih 7 jam lamanya, Jumat (16/3/2018) sekira jam 00.15 Wib, akhirnya mobil yang tenggelam berhasil dievakusi. (Hyu)
Editor : Redaksi