Pelni Surabaya Akui Ada Monopoli Tiket Kapal

potretkota.com

Potretkota.com - Monopoli terhadap tiket penumpang dan barang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) diamini oleh Kepala Operasi PT Pelni Cabang Surabaya Rahmansyah Chaidir. Menurutnya, praktik kotor itu sudah ada sebelum ia duduk di Surabaya.

"Jadi sebelum saya menjabat di Surabaya, memang ada praktik itu (monopoli). Tapi setelah saya duduk menjabat di Surabaya, Desember 2020, saya pastikan tidak ada," tegasnya, Senin (7/6/2021) kemarin.

Baca juga: Tawuran Antar Nelayan di Pasuruan Beberapa Perahu Dibakar Massa 

Hal itu diungkap Anca, sapaan akrab Rahmansyah Chaidir, pernah diketahui ada vendor yang memalsukan muatan kapal. "Pernah ada, sudah diperiksa polisi. Tapi perkaranya sudah selesai," akunya, gara-gara pemeriksaan polisi sampai ada pejabat Pelni yang meninggal dunia.

Baca juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal

Selain itu, disebut Anca juga pernah juga ada jasa pengiriman barang nakal. "Pernah ada seorang boking satu kapal. Tapi sekarang sudah tidak ada," tegasnya.

PT Pelni Cabang Surabaya saat ini memiliki 4 vendor agen tiket penumpang kapal. Dalam pelayanan telah dibagi rata. "Pelni Surabaya sendiri hanya kebagian 200 tiket yang dijual ofline. Tiket itu dijual oleh pihak Pelni sendiri," tambahnya, Kapal type 2000 kondisi normal disediakan 1800 tiket penumpang, sedangkan type 3000 disediakan 2200 tiket penumpang.

Baca juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran

Saat ini, karena Pandemi Covid19, kuota tiket dibatas oleh kantor pusat PT Pelni. "Saat ini karena Pandemi tiket penumpang kapal dibatasi hanya 70 persen dari kapasitas normal. Tujuannya untuk mencegah kerumunan dalam kapal," pungkasnya. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru