Razia Rutan Medaeng

potretkota.com

Potretkota.com - Kanwil Kemenkumham Jatim kembali melakukan bersih-bersih di Rumah Tahanan (Rutan). Kali ini giliran Rutan Kelas I Surabaya di kawasan Medaeng Sidoarjo digeledah 130 petugas gabungan Satops Patnal Pemasyarakatan Korwil Surabaya.

Selain melakukan bersih-bersih, petugas juga melakukan tes urine narkotika secara acak di rutan berpenghuni 1.744 warga binaan. Berlangsung penggeledahan tim disebar menjadi tiga bagian diantaranya ke blok F, G dan J.

Baca juga: Belasan Motor Digagalkan Satlantas Polres Pasuruan

"Penggeledahan rutin kali ini tetap harus mengedepankan kesopanan, sehingga rutan tetap kondusif," ujar Kakanwil Krismono.

Para petugas melakukan penggeledahan di setiap sudut kamar hunian. Seluruh penghuni kamar dipersilahkan keluar. Petugas memilih 20 WBP secara acak untuk dites urinenya untuk mengetahui kandungan narkotika dalam tubuh. Tidak itu saja, ada juga 10 perwakilan pegawai yang juga dilakukan hal yang sama.

"Untuk tes urine narkotika, semua hasilnya negatif," lanjut Krismono.

Baca juga: 12 Warga di Banjarangkan Terjaring Razia Tanpa Identitas

Sementara itu, terdapat ratusan benda terlarang yang disita petugas. Dari jumlah itu, terlihat beberapa benda terlarang seperti pemanas air, benda-benda tajam, kartu permainan hingga instalasi listrik ilegal.

Masih terdapat juga alat komunikasi berupa telepon genggam. Bahkan, petugas menemukan modus baru dalam upaya penyelundupan telepon genggam. "Kami menemukan telepon genggam yang diselipkan dalam sebuah buku," tambah Karutan Surabaya Wahyu Hendrajati.

Buku itu dimodifikasi sedemikian rupa. Ada sekitar seratus halaman yang direkatkan dengan lem. Lalu bagian tengahnya dilubangi untuk menyimpan telepon genggam. Mirip modus-modus yang ada dalam film luar negeri.

Baca juga: Polantas Surabaya Kembali Terapkan Tilang Manual

Terkait temuan itu, Hendrajati mengaku akan melakukan tindaklanjut. Pihaknya akan memeriksa telepon genggam yang ada untuk memastikan ada tidaknya percakapan yang berguna sebagai bahan deteksi dini di kemudian hari.

Dari pemeriksaan itu nantinya juga akan dibangun sistem yang lebih ketat lagi untuk meminimalisir masuknya telepon genggam ke dalam rutan. "Komitmen kami jelas, akan memberantas peredaran telepon genggam di dalam rutan," pungkasnya. (SA)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru