Ketua DPRD Dicurhati Warga dan Nelayan

potretkota.com

Potretkota.com - Sejumlah modin menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas kenaikan honor mereka tahun depan, dari Rp 400 ribu menjadi Rp 1 juta dalam APBD tahun 2022. Itu disampaikan saat bertemu Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Kami bersyukur, akhirnya DPRD Surabaya dan Pak Walikota sepakat menaikkan honor kami. Kami bersyukur akhirnya terealisasi juga kenaikan itu,” kata Mahfudz, Koordinator modin dari Kecamatan Dukuh Pakis.

Baca juga: Aroma Politik Festival Reog Ponorogo 2026, Kemenangan Kyai Lodra Dicurigai Sudah Skenario

Taufik dari Genteng dan Munaji dari Wonokromo juga menyampaikan ungkapan serupa. “Kami berharap pelayanan kepada warga masyarakat lebih baik lagi. Kenaikan honor itu merupakan bukti perhatian dan penghargaan DPRD dan Pemerintah Kota Surabaya terhadap para modin, yang sudah berjibaku di masa pandemi Covid-19,” kata Adi Sutarwijono.

Adi juga bertemu kalangan nelayan dari 3 kelurahan: Wonorejo dan Medokan Ayu dari Kec. Rungkut dan Gununganyar Tambak dari Kecamatan Gununganyar. Dalam Perubahan APBD Kota Surabaya tahun 2021, diplot anggaran untuk memberi insentif bagi keluarga nelayan yang tidak mampu.

Baca juga: Tak Bisa Bayar Tukang, Pegawai Kejati Jatim Dilaporkan Polisi

Mereka dipekerjakan untuk pembersihan lingkungan laut dan sungai. “Tapi diantara kami masih ada yang tidak dapat insentif. Saya berharap nelayan-nelayan dari keluarga tidak mampu, juga diberi kesempatan sama, agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” ujar salah seorang penggiat kelompok nelayan.

Mereka berharap juga kepada DPRD Surabaya agar memperjuangkan anggaran untuk perbaikan perahu dan jaring ikan. “Serta kalau bisa kami diperjuangkan dapat perahu-perahu wisata dan dibangunkan pasar untuk ikan asap untuk menggerakkan ekonomi rumah tangga,” kata yang lain.

Baca juga: Anggota Respati Polrestabes Surabaya Saat Patroli Diduga Aniaya Anak SMP di Jalan

Adi juga bertemu para pengurus kampung dan warga di Kebraon. Mereka mengeluhkan terhambatnya pembangunan lingkungan dan sarana-prasarana akibat fasum-fasos di perumahan mereka belum diserahkan pengembang. “Kondisi jalan rusak, juga banjir dan gelap karena tidak ada PJU,” ujar Wasino, salah seorang Ketua RT. (Mar)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru