Potretkota.com - Beredar video Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendik), Kabupaten Pasuruan, Hasbullah yang baru dilantik sudah berani mengancam Wartawan dan LSM. Ancaman itu dia nyatakan dihadapan puluhan Kepala Sekolah, Rabu (19/01/2022).
“Hati-hati ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolah hati-hati, mati awakmu. Kepala sekolah semuanya engga usah takut sama LSM. Ini (ada) perwakilannya, group wartawan dan LSM. Yang sampai ganggu mati,” tegas Hasbullah, saat pidato didepan gedung Kadispendik, Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
Pernyataan Hasbullah tersebut, menuai kecaman dari berbagai pihak.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim kepada wartawan mengaku, wartawan itu satu profesi yang dalam bertugas diatur oleh undang- undang khusus, yakni UU Pers. "Siapapun yang secara sengaja menghalangi, apalagi mengancam, bisa kena Pasal UU Pers. Sementara tindakan ancaman itu sendiri bisa kena Pasal UU Hukum Pidana," katanya.
Baca juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar
Sementara, Seksi Bidang Advokasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Arie Yunianto mengaku, Kadispendik tidak sepantasnya bicara seperti itu, terlebih mengancam. "Dari kata-kata yang dilontarkan Hasbullah itu layaknya seorang jagoan atau pendekar. Kalau sudah mengancam begini, berarti dia mengedapankan tangan besi, artinya bibit-bibit anti kritik ini harus dilawan," ungkapnya.
Sedangkan, Ketua LSM Pusaka, Lujeng Sudarto mendesak Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf untuk menegur apa yang telah diperbuat Hasbullah. Karena perkataan Hasbullah, mengandung arogansi. "Sebagai seorang pejabat, sangat tidak etik berbicara dan mengintimidasi kelompok civil society.. Dalam hal ini kita harus bersikap bersama dari kalangan Pers dan pegiat LSM di Pasuruan. Selain itu, karena persoalan mengandung unsur pidana pengancaman, maka kasus ini sepatutnya dibawa ke ranah hukum," tagasnya.
Senada, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan juga meminta Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengevaluasi saudara Hasbullah. Karena sikap dan perkataan Hasbullah selaku Kadispendik Kabupaten Pasuruan yang baru ini sangat memprihatinkan serta menyayangkan dalam statement di ruang publik.
Baca juga: Pengadaan Alat Gamelan Jawa SD di Magetan Akhirnya Berfungsi
"Kejadian ini sangat tidak elok, seorang kepala OPD yang menaungi para Pendidik, kaum intelektual dan akademisi memberi contoh ucapan dan perilaku sarkastik. Pantasnya omongan itu keluar dari mulut Kepala Preman. Mestinya saat pidato berikan uswah hasanah, budi pekerti luhur, baik sikap, prilaku, ucapan yang santun, sejuk dan mengayomi," paparnya.
Tidak lama jadi kecaman beberap pihak, Hasbullah meinta maaf. "Saya, Hasbullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan dan atas nama pribadi meminta maaf atas viralnya video kata-kata saya yang membuat teman-teman media, wartawan, LSM dan organisasi lainnya kurang berkenan. Bapak Bupati Pasuruan juga secara keras mengingatkan saya untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Niat kami hanya untuk memberikan motivasi kepada kepala sekolah agar semakin baik dalam membangun pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Sekali lagi, mohon maaf," jelasnya. (Mat)
Editor : Redaksi