Pangdam XIII/ Merdeka Biayai Semuanya

Operasi Bayi Kembar Siam di Manado Berhasil

potretkota.com

Potretkota.com - Operasi bayi kembar siam asal Kabupaten Minahasa di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Prof Kandou Malalayang, Manado, berhasil lebih cepat dari waktu yang direncanakan, Kamis (21/4/2022).

Kembar siam itu bernama Joana Lumowa dan Jofelin Lumowa, tak lain anak dari prajurit babinsa Kodim 1302/Minahasa Sertu Fredrik Lumowa. Operasi Joana dan Jofelin sedikitnya melibatkan 67 Dokter dari berbagai rumah sakit dan tim medis yang di datangkan langsung dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. operasi pemisahan ini berlangsung selama 3 jam dari waktu 6 jam yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat

Operasi tersebut berjalan lancar selama 7 Jam 15 Menit, dimulai pada pukul 08.30 Wita dan proses pemisahan berhasil dilaksanakan pukul 12.45 Wita serta operasi dinyatakan selesai pada pukul 15.45 wita.

Pangdam XIII/ Merdeka Mayjen TNI A Denny Tuejeh saat konferensi pers menyampaikan, bahwa semua ini berawal dari informasi yang didapatkan oleh Danrem 131/Stg Brigjen TNI Brigjen TNI Mukhlis S.Ap., M.M saat melakukan kunjungan kerja bersama Pangdam XIII/Merdeka di wilayah Kodim 1302/Minahasa.

Dimana kala itu Danrem 131/Stg melihat secara langsung kondisi dari kedua bayi tersebut, dan sebagai seorang ayah dari para Prajuritnya Danrem 131/Stg lantas langsung mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan pihak RSPAD Gatot Soebroto.

Lebih lanjut Pangdam menjelaskan bahwa usai berkoordinasi dengan tim medis RSPAD Gatot Soebroto, Danrem 131/Stg langsung melaporkan hal tersebut kepada dirinya dan langsung ditindaklanjuti dengan melanjutkan laporan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Setelah menerima informasi dari Pangdam XIII/Merdeka terkait kondisi sang bayi, Kasad sangat antusias dan memberikan support serta perhatian khusus bagi Joana dan Jofelin hingga pada saat Kasad melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kodam XIII/Merdeka. Kasad Jenderal Dudung sendiri meluangkan waktu khusus untuk menjenguk guna melihat secara langsung kondisi dan perkembang dari kedua bayi tersebut.

Pangdam juga menjelaskan bahwa saat berdiskusi dengan Kasad, Pangdam meyakinkan untuk melaksanakan operasi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, dikarenakan perkembangan sejak lahir kedua bayi tersebut sudah dipantau oleh tim medis yang ada di rumah sakit.

Baca juga: Ishaq Jayabrata Tolak Joni Wahyuhadi CEO RS Pura Raharja, Syaiful Ma'arif: Lucu

Berdasarkan hal tersebut Kasad langsung memerintahkan dirinya untuk melaksanakan koordinasi dengan pihak medis yang selama ini memantau kondisi dari Joana dan Jofelin guna mendiskusikan proses operasi pemisahan tubuh kedua bayi tersebut. "Begitu saya tahu bahwa mereka kembar siam dan pada saat kasad ke Manado saya laporkan kepada Kasad kondisi terakhir kedua bayi tersebut," kata Denny.

"Sebetulnya perintah Kasad waktu itu, dibawa ke Jakarta untuk dioperasi di sana akan tetapi kita yakinkan kepada Kasad bahwa sejak kelahirannya Tim Medis telah memantau kondisi si bayi sehingga Kasad pun yakin untuk melaksanakan operasi di rumah sakit ini," tambah Denny.

Selanjutnya Pangdam mengatakan atas nama Kepala Staf Angkatan Darat, ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang tulus serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada suluruh Dokter, Tim Medis dan seluruh pihak yang telah turut serta dalam kesuksesan operasi tersebut.

Di akhir sambutannya Pangdam menyampaikan bahwa kondisi kedua bayi saat ini sudah sadar dan operasi tersebut berjalan normal, Pangdam sangat terharu dan senang usai melihat semangat para tim medis untuk melakukan operasi sebesar ini. "Saya bukan dokter tapi saya tau ini pekerjaan yang tidak mudah," ujar Denny, semua ini juga berkat Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Partai Demokrat Melawan!

Menurut Pangdam, semua pembiayaan proses operasi dari kedua balita tersebut merupakan tanggung jawabnya. "Seluruh kebutuhan biaya yang dibutuhkan oleh kedua bayi tersebut mulai dari proses operasi pemisahan hingga ke tahap pemulihan," urainya.

Ketua Tim Terpadu Operasi Pemisahan Kembar Siam dr. Harsali Lampus Sp.BA mengungkapkan, awalnya operasi direncanakan berlangsung selama 6 jam namun berkat kerja keras para tim medis sehingga operasi tersebut dapat selesai dalam kurun waktu 3 jam.

"Kami mulai persiapan jam 6 pagi tadi. Rencana mulai operasi 09.45 tapi karena semua berjalan lancar, kami mulai 30 menit lebih cepat. Selama operasi tidak didapati banyak kendala karena selama ini memang sudah dipantau kondisinya, apalagi mendapat dukungan penuh dari management dan didukung dengan sarana prasarana yang ada di rumah sakit ini. Operasi pun berjalan dengan lancar dan selesai 3 jam lebih awal," jelas dr Lampus.

Dalam Konferensi Pers tersebut Pangdam XIII/Merdeka didampingi oleh Danrem 131/Stg Brigjen TNI Brigjen TNI Mukhlis S.Ap., M.M dan Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Ircham Effendy serta turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RSUP Prof Kandou DR. dr. Jimmy Panelewen Sp.B-KBD dan Ketua Tim Terpadu Operasi Pemisahan Kembar Siam dr. Harsali Lampus Sp.BA. (Irzal)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru