Hari ini hearing di DPRD Surabaya

PT KAI Dapat Restu Bongkar Mushola Babussalam

potretkota.com
Warga bersama Anggota DPRD Surabaya

Potretkota.com - Puluhan massa dari berbagai wilayah di Surabaya yang peduli terhadap Mushola Babussalam, Jalan Sulung 65A Surabaya menggeruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Mereka tidak terima lantaran tempat ibadah muslim ini dihancurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kordinasi aksi, H Satuham Akbar S,Ag meminta kepada wakil rakyat untuk menjembatani pertemuan terhadap PT KAI. "Kami disini mendesak DPRD Kota Surabaya sebagai wakil rakyat untuk mempertemukan dengan pihak PT KAI. Dan tuntutan kami Mushola yang sudah dibongkar segera dibangun kembali ditempat semula," tegasnya pada Potretkota.com, Senin (23/5/2022) kemarin.

Baca juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran

Satuham juga menilai, bahwa apa yang dilakukan oleh pihak Polsuska PT KAI sangat arogansi dalam melaksanakan tugasnya. "Polsuska dalam bertindak sangat arogan. Dan sebelum penertiban, kami juga tidak pernah sama sekali diberi surat peringatan," paparnya.

Sementara, Ketua DPRD kota Surabaya, melalui wakilnya yaitu Reni Astuti didampingi Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna berjanji dalam waktu dekat ini segera memanggil pihak terkait.

"Segera mungkin kita hearingkan, di DPRD Kota Surabaya. Kita panggil pihak-pihak terkait Rabu (25/5/2022)," ujar Reni dihadapan massa depan kantor DPRD Kota Surabaya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Potretkota.com melalui selulernya, Selasa (24/5/2022) siang, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengaku tidak pernah ada permasalahan dengan warga sulung setempat.

Baca juga: DPRD Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel Wifi di Kota Pasuruan

"Kita bersama warga (Sulung) sudah ada kesepakatan untuk bangun Mushola yang tidak jauh dari lokasi. Kami juga lakukan peringatan satu, dua dan tiga kali. Lalu kami lakukan penertiban. Sebelum penertiban sudah kami undang pak RW dan pak Lurahnya kita sosialisasi bersama. Dan tidak ada masalah," aku Luqman.

Menurut Luqman, Pihak PT KAI melakukan penertiban sudah sesuai dengan surat kepemilikan PT KAI. Pihaknya juga membongkar Mushola juga sudah ada restu dan kesepakatan dari warga sekitar.

"Kami mediasi dengan warga sekitar dan ada kesepakatan bahwa PT KAI ganti Mushola baru, dibangun mulai tahun 2020. Sudah berdiri musholanya lebih bagus, lebih besar ada dua Lantai. Lantai pertama untuk sholat, lantai kedua untuk TPQ. Sampai sekarang itu berfungsi," tambah Luqman.

Baca juga: Inspektorat Ngaku Tidak Ada Surat Perintah Kejari Ngawi Periksa Terdakwa Notaris Nafiaturrohmah

Luqman juga menerangkan bahwa pihaknya sebelum melakukan penertiban terlebih dahulu memberikan surat pemberitahuan pertama, kedua dan ketiga. "Kemarin 29 Maret kita lakukan penertiban. Dan sebelum penertiban kita sudah lakukan peringatan kepada warga-warga sekitar. Entah itu warga mana ya? wong pak RW sama pak Lurah bilang itu bukan warga mereka, warga Sulung. Kalau sama warga sana sudah mediasi kita ada dokumentasinya kok. Mushola sudah kita bangun sekitar 50 atau 100 meter dari lokasi itu. Kalau sama warga asli sekitar sudah engga ada masalah, sudah ada kesepakatan," jelasnya.

Saat disinggung terkait anggotanya yang arogansi, dan ada dugaan melakukan aniaya warga saat penertiban berlangsung. Luqman mempersilahkan untuk melaporkan ke pihak berwajib bila ada yang keberatan. "Kalau itu benar, ya engga masalah. Ada polisi," pungkasnya. (SA)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru