Potretkota.com - Sebuah perayaan dalam memperingati letusan dahsyat gunung Tambora yang terjadi 207 tahun yang silam, di Doro Ncanga, Dompu, Sumbawa berlangsung meriah. Perayaan yang mengangkat tema Festival Pesona Tambora 2022 ini digelar selama 2 hari, yakni pada tanggal 4 dan 5 Juni 2022. Masyarakat yang hadir melakukan kemah di Pos 1 Tambora.
Pada puncak rangkaian acara pun, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan rasa bahagianya. Dengan mengenakan pakaian adat Rimpu dan menggunakan Tembe Nggoli dengan bangga, Rohmi berpesan kepada seluruh warga yang hadir, khususnya masyarakat lokal agar senantiasa menjaga tradisi kearifan lokal, terus mempertahankan dan melestarikannya.
Baca juga: DKS Warisan Wali Kota Surabaya Soekotjo Hilang di Era Eri Cahyadi
“Saya mengenakan pakaian adat Rimpu dengan menggunakan Tembe Nggoli, pada acara Festival Tambora, di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, karena menjadi pendukung keragaman potensi budaya dan seni di Tambora untuk menuju destinasi wisata kelas dunia,” katan Rohmi dalam sambutannya menutup puncak acara festival, Senin, (06/06/2022).
Selain Wagub Rohmi, juga tampak hadir Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Nanang Prihadi, Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenparekraf RI Reza Pahlevi dan rombongan tamu lain. Kehadiran para tamu undangan disambut dengan tarian budaya.
Terlihat, majelis adat Dompu dan keturunan Kerajaan Sanggar bersama Bupati Dompu Qadir Jaelani menyambut tamu undangan denan tarian budaya, bahkan salah satu pimpinan penari, mengajak Rohmi untuk ikut menari bersama, mengikuti seni gerakan tarian tradisional tersebut. Dengan lincah dan gemulai Rohmi dapat dengan cepat menyesuaikan gerakan tari masyarakat Bima dan Dompu.
Baca juga: DPN dan DKS Bahas Peran Strategis Budaya dalam Ketahanan Nasional
Pada kesempatan itu, Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Nanang Prihadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Dompu mensukseskan kegiatan ini.
Dikatakannya, kearifan lokal dan budaya menjadi pelengkap dari 3 hal, yaitu konservasi, komunitas dan komoditas, sebagai tempat destinasi wisata pegunungan kelas dunia. “Mengelola Tambora harus ada hal tersebut,” kata Nanang.
Semantara itu, Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenparekraf RI Reza Pahlevi bahwa sinergi dan kolaborasi Pemprov NTB melalui Geopark Tambora, Dispar, DLHK, Dikbud NTB bersama dengan Pemkab Dompu, Balai Taman Nasional dan Kementerian terkait menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. “Kami sangat mendukung Tambora jadi destinasi kelas dunia, kawasan wisata ini menjadi surganya penikmat gunung,” tukas Reza.
Baca juga: Surat Disbudporapar Disoal DKS, Advokat Siapkan Langkah Hukum
Sehingga melalui pariwisata dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Festival Tambora yang sudah masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 4-5 Juni 2022, diikuti oleh ribuan masyarakat. Festival ini juga merupakan momentum memperingati meletusnya gunung Tambora 207 tahun yang lalu.
Hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah Kementerian dan Lembaga Pusat, Kadis Pariwisata, dan sejumlah OPD lingkup Pemprov NTB, Forkopimda Dompu, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, majelis adat Dompu, OPD lingkup Pemkab. Dompu, TP PKK Dompu, Kesultanan Sanggar, tokoh agama dan masyarakat. (MA)
Editor : Redaksi