Potretkota.com - Debat publik putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto dengan tema "Mewujudkan 'birokrasi' yang baik dan bersih demi pelayanan publik", diikuti para Pasangan Calon Walo Kota Mojokerto 2018, Kamis (24/05/2018).
Diantaranya, Warsito-Moeljadi yang diusung PAN dan PKS dan Akmal Boedianto-Rambo Garudo diusung PDIP, Andy Soebjakto-Ade Ria Suryani diusung PPP, PKB dan Partai Demokrat, serta pasangan Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakaria yang diusung Partai Golkar dan Gerindra.
Baca juga: Menolak Penghapusan Pilkada Langsung
Dalam acara tersebut, tampak pendukung atau simpatisan dari masing-masing paslon terlihat serius mengamati debat publik ini. Terlihat, pasangan nomor urut 3 Warsito-Moeljadi lebih menguasai materi yang diterapkan oleh KPU Kota Mojokerto.
Baca juga: Tanggapan KPU Kabupaten Pasuruan Soal Hibah Rp75 Miliar
Pada Potretkota.com, Warsito mengaku saat debat sudah mempersiapkan semuanya. Ia menyeut, mengutamakan peningkatan pelayanan sumberdaya manusia agar tercipta birokrasi yang bersih sehingga menguntungkan bagi masyatakat.
"Dari program yang kami terapkan yaitu program pemberdayaan pelayanan sumberdaya manusia kita pastikan kota mojokerto akan terbebas dari KKN, korupsi dan tercipta birokrasi yang bersih serta bermanfaat bagi masyarakat," jelas Warsito, berharap jika dirinya dipercaya masyarakat untuk memimpin, pihaknya akan selalu amanah dalam menjalankan tugas sebagai Wali Kota.
Baca juga: Bawaslu Sebut Salah Tulis Hasil Suara di Mojo Pelanggaran Etik
Sementara, Ketua KPU Kota Mojokerto, Syaiful Amin mengatakan, debat publik yang kedua dengan tema birokrasi kali ini berjalan dengan lancar. "Alhamdulillah lancar, dan mengapa tema birokrasi, karena harapan kami kedepan ketika salah satu paslon jadi, bisa mewujudkan pelayanan birokrasi yang bersih demi pelayanan masyarakat," katanya. (Pur)
Editor : Redaksi