Penolakan Greenpeace ke G20 Direspon HMPG Jatim

potretkota.com
Isna, pembina HMPG Jawa Timur.

Potretkota.com - Penolakan terhadap digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Grup 20 atau Group of Twenty (G20) oleh Greenpeace mendapat reaksi dari HMPG (Himpunan Masyarakat Petambak Garam) Jawa Timur. Aksi penolakan digelarnya G20 tersebut, rencananya juga akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan presidensi G20 di Bali pada 15-16 November 2022 nanti.

Asni, pembina HMPG Jatim mengatakan, organisasi yang bergerak dibidang pertambakan ini bangga dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah. Apalagi G20 membawa misi perubahan bertajuk Recover Together, Recover Stronger. Oleh karenanya, HMPG Jatim menentang keras apa yang akan dilakukan Greenpeace di Bali.

Baca juga: ARSAS Cangkrukan Bersama Elemen Masyarakat Surabaya

"Indonesia sangat berkepentingan dalam rangka hubungan kerjasama dengan negara anggota G20, sudah barang tentu Indonesia yang memiliki konsep pembangunan berkelanjutan sangat berkepentingan melestarikan lingkungan dalam jangka panjang yang akan datang," kata Asni, Jumat, (04/11/2022).

Asni menilai, misi perubahan yang diusung oleh KTT G20 dan kebangkitan ekonomi pasca pandemi Covid19 akan menguntungkan semua negara yang tergabung di dalamnya. Oleh karenanya, Greenpeace seharusnya mendukung bukan justru menolak kegiatan Presidensi G20 di Bali nanti.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembongkaran Rumah Nenek Elina 

"Maka sudah selayaknya kelompok Greenpeace tidak serta merta menolak, namun seharusnya memberikan masukan-masukan berharga bagi kepentingan seluruh dunia terutama negara-negara anggota G20, khususnya Indonesia," terang Isna.

Isna menegaskan, HMPG Jawa Timur mewakili aspirasi petambak garam Jawa Timur, menyatakan sangat bangga dengan dilaksanakannya dan ditunjuknya Indonesia selaku tuan rumah dalam KTT G20 di Bali.

Baca juga: Madura Nusantara Serukan Penangkapan Aktor Intelektual Persekusi Lansia di Surabaya

"Rencana kedatangan Greenpeace ke Bali dapat merugikan Indonesia sebagai tuan rumah yang selama ini dipandang sebagai negara aman, upaya penolakan terhadap kegiatan KTT G20 dapat menurunkan citra Indonesia di mata internasional," tandas Isna. (SR)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru