Potretkota.com - Bulan Ramadan bukan hanya identik dengan perburuan makanan di waktu sore, namun momentum ini juga menjadi ajang perburuan parfum. Selain untuk membuat lebih percaya diri, penggunaan parfum juga dapat bernilai ibadah, terlebih di bulan puasa ramadhan.
Parfum menjadi salah satu kebutuhan yang paling diburu, sehingga penjualan parfum pun meningkat tajam sejak awal ramadan. Seperti yang terlihat di toko Shat di jalan Sasak Surabaya. Toko ini selalu ramai oleh pengunjung saat bulan ramadan tiba, mulai dari warga biasa, prajutir, hingga anggota DPRD pun turut berburu parfum.
Baca juga: Aksi Sosial BEM Nusantara Jawa Timur di Bulan Ramadan 2025
Toko Shat adalah salah satu toko parfum yang paling ramai dikunjungi oleh warga di jalan Sasak Surabaya. Toko yang berada di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel ini, menjadi jujukan untuk mendapatkan parfum sesuai selera yang diinginkan. Toko milik Yasir Attamimi ini tidak hanya melayani pembelian secara eceran namun juga melayani pembelian secara partai.
Di toko ini, tak sedikit yang sudah menjadi langganan selama bertahun-tahun, selain harganya yang sangat terjangkau, kualitas daripada parfum-parfum yang dijual oleh toko shat ini sudah banyak diakui oleh pelanggannya. Kuatnya aroma parfum dan tidak mudah hilangnya aroma yang dihasilkan, menjadikan alasan pelanggan untuk berburu parfum di toko Shat.
Terlihat sejumlah anggota DPRD Kota Sidoarjo yang beramai-ramai membeli parfum di ini, meski kerap dinilai receh karena termasuk jenis parfum isi ulang, namun rupanya hal itu tak membuat para wakil rakyat menjadi canggung menggunakan parfum isi ulang, bahkan semakin percaya diri, meski tak menggunakan parfum branded seperti yang lainnya,,
Baca juga: GRDK Serukan Tolak Zakat Koruptor di Gedung Grahadi
Para anggota dewan ini mengaku menggunakan parfum isi ulang, selain mudah untuk menemukan aroma yang sesuai dengan selera, sejumlah aroma yang hingga kini mereka gunakan merupakan aroma-aroma yang disukai oleh para habaib dan kiai serta para pembesar lainnya.
Tidak hanya anggota DPRD Kota Sidoarjo, seorang anggota TNI juga mengaku menggunakan parfum isi ulang sebagai alasan jati diri. Mnurutnya, aroma parfum adalah jati diri yang sehingga apabila seseorang mencium aroma parfum tersebut, akan langsung ingat kepada siapa yang biasa menggunakannya.
Baca juga: Dishub Jatim Siapkan 96 Bus Mudik dan Kapal Gratis
Sementara bagi pedagang, parfum adalah ladang yang bernilai ekonomi. Sperti yang diakui Rahman, tengkulak parfum asal Pandaan Jawa Timur. Rahman mengaku sengaja jauh-jauh datang dari pandaan untuk tengkulak parfum di toko Shat. Selain harganya yang jauh lebih murah dibanding yang lain, aroma parfum yang dijual di toko ini juga cukup kuat sehingga tidak mudah hilang. Rahman tidak menampik jika penjualannya parfum yang dijalaninya meningkat hingga lima puluh persen di bulan ramadan.
Yasir Attamimi, pemilik toko parfum Shat mengungkapkan, sejak awal ramadaan lonjakan omzet sudah biasa terjadi setiap tahunnya. “Selain tengkulak yang datang ke tokonya, pelanggan lain kebanyakan berburu parfum di bulan ramadan digunakan untuk sholat tarawih dan kegiatan ibadah lainnya,” terangnya. (ASB)
Editor : Redaksi