Potretkota.com - Tidak lama ada pelaporan atas hilangnya Fh, bayi 9 bulan anak dari Nuraini Suprapti, awal bulan Juni 2018, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya langsung melakukan perburuan. Hasilnya, Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) menangkap Murni Rahayu (24) warga asal Pamekasan, Madura.
“Pelaku ini adalah teman dari ibu korban,” kata Kepala Polres (Kapolres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa (26/6/2018).
Baca juga: Pelaku Penculikan Santri Pondok Metal Positif Gunakan Narkoba
Menurut Kapolres, keduanya berkenalan beberapa bulan lalu saat berada di hotel kawasan Nyamplungan Ampel Surabaya. “Keduanya sama-sama berdagang pakaian, dan sering menginap dihotel yang sama,“ terangnya.
Rabu, 23 Mei lalu, korban berencana pulang sehari ke Probolinggo. Saat akan pamit pulang selama sehari, pelaku menawarkan diri agar anaknya Fh ditinggal agar tidak merepotkan saat perjalanan pulang kampung. Karena dianggap baik dan akrab, korban menyerahkan begitu saja.
“Malam korban pulang ke Probolinggo, sore hari saat tiba di Surabaya, ternyata pelaku MR dan bayinya tidak ada ditempat,” jelas AKBP Antonius Agus Rahmanto.
Korban yang kebingungan, lalu melakukan pencarian dengan keluarganya. “Pelaku saat dicari selalu berpindah-pindah tempat,” papar Kapolres.
Baca juga: Penculik Bayi Akhirnya Divonis 3 Tahun Penjara
Karena merasa dipermainkan, korban lalu melaporkan ke polisi, Nomor LP/B/135/VI/JATIM/2018/RESPEL TG.PRK, Senin (11/6/2018) “Saat itu juga, usai ada pelaporan, anggota langsung melakukan perburuan dan berhasi menangkap pelaku di Jakarta,” ujar Agus.
Setelah ditangkap sekitar jam 17.00 Wib, Selasa (26/6/2018), pelaku kemudian diterbangkan ke Surabaya dan tiba di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 22.30 Wib. “Setelah pelaku berhasil ditangkap, ibu korban langsung dihubungi agar segera menjemput bayinya,” ucap Kapolres.
Sementara, Murni Rahayu kepada wartawan diruang penyidik Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengaku, sengaja membawa kabur bayi Fh karena ingin dirawat sendiri. “Pertama saya sudah ngomong kalau Fh saya bawa 3 hari, Umi (Ibu korban) sudah bilang, kalau bayinya engga nangis engga apa-apa,” dalihnya.
Baca juga: Penculik Bayi 9 Bulan Dituntut 5 Tahun Penjara
Beberapa jam kemudian, ditempat yang sama, Nuraini Suprapti saat turun dari mobil polisi, melihat bayinya langsung menangis dan langsung berucap terimakasih kepada AKBP Antonius Agus Rahmanto.
Sambil menangis tersedu, saat mencium dan memeluk bayinya, Nuraini mengaku jika berat badan anaknya sudah menurun drastis. “Berat badannya ini menurun,” akunya. (Hyu)
Editor : Redaksi