Potretkota.com - Lima orang ditangkap satreskrim Polres Pasuruan Kota dan dua orang masih masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah, SE eksekutor, AE pengemudi mobil, TN mengancam korban, MH pemukul korban dan Mzl otak penculikan.
Para pelaku diamankan di exit tol Kebomas, Kabupaten Gresik sehari pasca penculikan santri Pondok Pesantren Metal Muslim, Rejoso, Kabupaten Pasuruan dengan barang bukti air soft gun, kotak amunisi dan handpone.
Baca Juga: Pabrik Miras “Bersubsidi” Berdiri di Kota Santri, Polisi: Dilidik dulu
"Lima orang diamankan termasuk otak pelaku kejadian dan dua masih DPO," kata AKBP Davis Busin, Kapolres Pasuruan Kota, Senin (28/4/25).
"Pelaku penculikan salah sasaran yang mengincar DPO Dfs tapi menculik MS yang merupakan santri Ponpes Metal di Rejoso Pasuruan," tambah Kapolres Pasuruan Kota.
Baca Juga: Prodi Sejarah Unair Diskusi Berdirinya NU & Fatwa Jihat
Kapolres Pasuruan Kota menjelaskan, bahwa pelaku salah sasaran menculik korban MS di depan salah satu minimarket di jalan raya Rejoso Kabupaten Pasuruan. "Selain salah sasaran dalam kasus penculikan para pelaku juga positif menggunakan narkoba," ujarnya.
Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpos) K.H M. Nurcholis mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kapolresta Pasuruan dan jajaran, bahwa santrinya yang menjadi korban salah penculikan telah berhasil diungkap.
Baca Juga: Partai Golkar Pasuruan Gelar Festival Al Banjari
"Terimakasih kami ucapkan kepada Kapolresta dan jajaran yang telah berhasil mengungkap kasus penculikan yang melibatkan santri kami dan sejak awal kami sudah yakin bahwa Ms merupakan korban salah sasaran dalam kasus penculikan," pungkas Gus Kholis sapaan akrab K.H M. Nurkholis. (dyt)
Editor : Redaksi