Potretkota.com - Dianggap ‘sakti’ punya kekuatan, Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Andik Fadjar Tjahjono Msi, sengaja tidak menegur stafnya Kepala Sub Bagian Rapat dan Risalah, Zaenal Afif Subeki, yang menjalani tugas sebagaimana mestinya.
Tugas Zaenal Afif Subeki yang seharusnya mempersiapkan dan memfasilitasi rapat paripurna malah disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki akses penuh ataupun akun SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) hampir semua milik anggota DPRD Jatim untuk memperoleh hibah.
Baca juga: Sukur Priyanto DPRD Bojonegoro Klaim Gelar Akademik D3 ke S1 Tak Linier Cuma Setahun Tetap Sah
Menurut Andik Fadjar Tjahjono, stafnya Zaenal Afif Subeki sudah lama dipercaya anggota DPRD Jatim mengurus hibah pokir anggota dewan. “Sudah lama, sebelum saya menjabat," terangnya, Selasa (13/6/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.
Karena itu, Andik Fadjar Tjahjono memilih tak menegur stafnya lantaran takut dengan Zaenal Afif Subeki. “Dulu katanya pernah ada kejadian, Afif dipindah oleh sekwan, tapi enggak lama kemudian sekwannya yang pindah,” ujarnya.
Baca juga: Kampus Tak Berizin Tetap Beri Gelar, Ahli Hukum: Bisa Dibatalkan
Mendapati pernyataan Andik Fadjar Tjahjono, sontak membuat pengunjung ruang sidang tertawa. Termasuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyidangkan Sahat Tua Parlindungan Simandjuntak Wakil Ketua DPRD Jatim, yang terjerat suap hibah pokir Sampang, 2020-2023, senilai Rp39,5 miliar.
Untuk diketahui, JPU KPK sendiri saat melakukan penggeladahan dirumah Zaenal Afif Subeki, menemukan uang pecahan 100 dollar dan pecahan rupiah, 1,4 miliar. Pria yang mengajukan pensiun dini awal Januari 2023 ini berdalih, uang yang ditemukan KPK milik istrinya Erma Novia Candra Gunawan PNS Biro Perekonomian Pemprov Jatim.
Baca juga: Penggugat Gelar Akademik Anggota DPRD Bojonegoro dan Jatim Pastikan Bukan Politik, tapi PMH
Bukan itu saja, sebagai PNS biasa, harta kekayaan Zaenal Afif Subeki tembus Rp8 miliar. Alasan memiliki uang sebanyak itu, karena gaji dan usaha. “Itu uang gaji dan usaha saya,” jelasnya, baru-baru ini. (Hyu)
Editor : Redaksi