Cuan Tahunan Meningkat

Keuntungan Ternak Babi Menurut Ketua Aspednak

potretkota.com
Renny Arijani, Ketua Aspednak Indonesia di ruang kerjanya.

Potretkota.com - Bicara soal babi, sudah bukan hal yang tabu lagi jika ternyata jenis hewan yang satu ini, memiliki banyak penggemar. Terlepas dari segala kontroversinya, minat dan permintaan daging babi di bumi nusantara terus mengalami peningkatan. Aspednak (Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak) pun tak menampik hal tersebut.

Renny Arijani, Ketua Aspednak dalam kesempatan khusus, kepada Potretkota.com mengatakan, minat dan permintaan daging babi di Jawa Timur, khususnya Surabaya, mengalami peningkatan yang luar biasa. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2022, di Jawa Timur produksi daging babi mencapai 2.960,2 ton, sedangkan di tahun 2023 naik hingga 3.034,2 ton.

Baca juga: Aspednak Bantu Atasi Penyebaran Virus Babi

“Daging babi merupakan salah satu sumber protein hewani yang populer di berbagai negara. Permintaan yang terus meningkat dari konsumen lokal maupun internasional, menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi para peternak babi. Sebagai hewan potong, babi mempunyai nilai ekonomis yang tinggi,” kata Renny.

Menurutnya, peternakan babi dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi peternak. Daging babi dan produk turunannya seperti sosis, bacon, dan ham memiliki permintaan yang terus meningkat di pasar lokal maupun internasional. Oleh karena itu, kebutuhan daging babi di berbagai produk olahan makanan terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Virus Demam Babi Afrika Pernah Masuk Jawa Timur

Berbeda dengan sapi atau kambing, babi memiliki siklus reproduksi yang relatif cepat (Prolific). Biasanya, babi menghasilkan beberapa genjik atau kucit (anak babi) dalam satu kelahiran. Hal ini memungkinkan peternak untuk mendapatkan hasil produksi yang relatif cepat. Dari kucit-kucit inilah yang nantinya kelak menjadi cuan bagi peternak.

“Babi termasuk hewan yang efisien dalam mengkonversi pakan menjadi daging. Mereka dapat memanfaatkan berbagai jenis pakan dan hasil pertanian untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Bahan pakan untuk babi tidaklah sulit, ada banyak di sekitar kita, karena babi termasuk jenis hewan omnivora,” jelas Renny.

Untuk modal ternak babi sendiri, relatif lebih kecil. Jika dibanding dengan ternak hewan potong lainnya, maka modal ternak babi lebih ringan, namun keuntungan yang diperoleh bisa jauh lebih besar, sebab harga daging babi cukup tinggi. Meski tak setinggi harga daging sapi, babi memiliki peminat yang tak kalah banyak dengan peminat daging sapi.

Meski banyak kemudahan dalam berternak babi, namun bukan berarti ternak hewan jenis ungulata ini juga tidak lepas dari kendala dan tantangan. Salah satunya, soal kesehatan hewan. “Mencegah dan mengendalikan penyakit hewan ternak membutuhkan upaya intensif, termasuk biosekuriti yang ketat dan vaksinasi yang tepat dan kami Aspednak Indonesia siap membantu dan membina masyarakat yang hendak berternak,” tandas Renny. (ASB)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru