Potretkota.com - Puluhan wali murid SDN Tambak Langon Surabaya berunjuk rasa di halaman sekolah, Senin (23/7/2018). Mereka minta agar Kepala Sekolah mundur dari jabatannya.
Koordinator Wali Murid SDN Tambak Langon Surabaya Zainal Airifin megatakan, bahwa aksi unjuk rasa ini dilatarbelakangi oleh rencana merger sekolah tempat anaknya belajar dengan sekolah lain, dikawasan Greges Kalianak Surabaya. yang diduga sudah diajukan kepala sekolah kepada Pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Baca juga: Gus Ofi Pasuruan Terima Aliran Dana Hibah PKBM Rp606 Juta
“Ada upaya marger, dengan dalih jumlah murid yang sedikit dan cenderung setiap tahunnya menurutn,” kata Zainal Airifin pada wartawan.
Baca juga: Ketika Jawaban Benar Jadi Salah, GMNI Soroti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Pontianak
Wali Murid lain Saripah juga ecara tegas menolak rencana merger yang dilakukan oleh pihak sekolah. Alasannya, mayoritas wali murid di sekolah ini berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik yang berpenghasilan rendah. “Apabila merger nanti sekolah anak kami akan berpindah ke jarak yang lebih jauh, sudah dipastikan pengeluaran rumah tangga membengkak,” terangnya, perkiraan jauh yakni 3-5 km.
Baca juga: Krisis Pendidikan dalam Perspektif Freire dan Ki Hadjar Dewantara
Sementara, menanggapi aksi unjuk rasa dari wali murid dan siswa, Kepala Sekolah SDN Tambak Langon Surabaya mengaku tidak bisa berbuat banyak. “Kami sebagai bawahan hanya menjalankan tugas dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, untuk mensosialisasikan kepada seluruh wali murid tentang rencana merger SDN Tambak Langon Surabaya dengan sekolah di kawasan Greges Kalianak Surabaya,” ujarnya. (Jar)
Editor : Redaksi