Potretkota.com - Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia (PPPI) mendeklarasikan diri sebagai wadah untuk mengakomodir sekitar 26 ribu pengecer pupuk di seluruh Indonesia. Lahirnya PPPI nantinya akan berkontribusi nyata mengembangkan sektor pertanian dalam rangka mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Khilmi, Ketua Umum PPPI mengatakan, organisasi ini akan mengakomodir seluruh anggotanya terkait pasokan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun demikian, Khilmi menegaskan, apabila nantinya ada yang menjual pupuk tidak sesuai peraturan pemerintah, maka pihak PPPI akan lepas tangan.
Baca juga: Bongkar 14 Kontainer Bawang Bombay Ilegal di Tanjung Perak
"Ya kita mendukung dengan regulasi yang telah ditentukan oleh pemerintah, kan kita ada aturannya, sesuai aturan dari pemerintah. Tapi kalau ada yang melanggar, menjual tidak sesuai aturan ya kita akan lepas tangan, tapi kalau dia udah menjual sesuai aturan tapi masih ada kesalahan imput yang akan kita mediasi ke pembuat kebijakan," kata Khilmi.
Baca juga: Arsitek dan Ahli Konstruksi Bersatu Wakafkan Profesi untuk Pesantren
Sementara itu, Direktur Keuangan Perum Bulog Bagya Mulyanto mengatakan, nantinya PPPI bisa bekerja sama dengan Perum Bulog untuk mengakomodir masyarakat, untuk ketersediaan gabah dan beras kepada Perum Bulog. Sehingga hal tersebut akan meningkatkan waktu pengiriman untuk ketersediaan stok beras di Perum Bulog.
Baca juga: GRIB Jatim Ajak Anak Muda Jadi Petani Hebat
"Kalau Bulog salah satu pilar tugasnya adalah ketersediaan bahan pangan, bahan-bahan pokok. Jadi nanti kita bisa bekerja sama dengan PPPI. PPPI bisa mengkoordinir oleh masyarakat untuk menyediakan gabah maupun beras kepada Perum Bulog dan juga PPPI bisa dijadikan sebagai saluran untuk penyaluran beras PSO dari pemerintah," tandas Bagya. (KF)
Editor : Redaksi