Potretkota.com - Preman tak dikenal datang mengamuk di rumah kontrakan Heri Wicaksono, wartawan yang biasa bertugas di Polrestabes Surabaya, Selasa (1/10/2024). Karena sudah membuat trauma anak dan istrinya, pria yang akrab disapa Boncel ini lalu membuat pengaduan ke kepolisian. Baru diketahui, ternyata preman-preman ini suruhan orang yang dikenalnya, berinisial B.
Heri Boncel mengaku, peristiwa berawal saat ia bersiap bekerja mencari berita. Segerombolan preman tiba-tiba datang kerumahnya mengamuk dan meminta mobil Kia Rio tahun 2015 yang statusnya masih dalam tahap sengketa angsuran.
Baca juga: Segel Rumah Darmo 153 Dipersoalkan Madas dan Ahli Waris
“Preman datang ada yang mengaku media, ada yang mengaku polisi, ini sudah kacau. Kalau wartawan itu cari berita, kalau polisi itu bukan tukang tagih yang menakuti masyarakat. Ada-ada saja mereka ini,” celetuknya, Rabu (9/10/2024).
“Mobil ini saya beli mengangsur pakai uang bukan daun, kok tiba-tiba diminta gratis. Enak saja,” tambah Heri Boncel.
Baca juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri
Diakui Heri Boncel, sengaja tidak mengansur mobil kepada seseorang berinisial B karena status pelunasan belum jelas. “Dulu itu kesepakat harga jual Rp80 juta, mobil masuk leasing. Tapi ternyata pembayaran saya tiap bulan hanya untuk membayar utang pribadi. Saya minta bukti angsuran leasing tidak dikasih,” jelasnya.
Tak heran, Bapak tiga anak ini merasa ditipu dengan ulah B yang dinilai bermasalah. “Saya merasa ditipu, saya ini korban kok malah diancam,” imbuhnya.
Baca juga: Ishaq Jayabrata dan Ary Sylviati RS Pura Raharja Menolak Dikonfirmasi Dugaan Pemalsuan Akta Otentik
Dirasa sudah menggangu keluarganya, Heri Boncel lalu membuat pengaduan ke Polrestabes Surabaya, Nomor: LPM/959/X/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA. “Sesuai perintah Kapolri memberantas preman, saya berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti,“ pungkasnya. (Hyu)
Editor : Redaksi