Anggota DPRD Pasuruan Keluhkan Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java Championship 2025

potretkota.com
Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java Championship 2025.

Potretkota.com - Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java Championship 2025, yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim melalui Pengurus IPSI Kota Pasuruan sudah terselenggara di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, 3-5 oktober 2025.

Sayangnya, acara yang melibatkan Kementerian Kebudayaan, Pemkot Kota Pasuruan, KONI, Baladika Daya dan sponsor lainnya menyisahkan persoalan. Salah satu juara keluhkan hadiahnya.

Baca juga: Anggota DPRD Kritik Kinerja Wali Kota Pasuruan

Padahal, para peserta dari tingkat TK, SD, SMP, SMA/K, dan Dewasa/Umum sudah melakukan pendaftaran untuk Kategori Tanding, Tunggal, dan Solo Kreatif Rp300 ribu, Kategori Ganda Rp500 ribu, Kategori Beregu Rp700 ribu. Harapannnya mereka agar bisa mendapat hadiah uang jutaan rupiah.

Mudrik Maulana, orang tua MS mengaku, anaknya juara tapi hadiah yang didapat tidak sebanding dengan biaya pendaftaran. “Anak saya SD dapat juara 1 saya senang. Tapi sayang hadiahnya cuma kertas dan gembreng,” katanya, Kamis (9/10/11).

Baca juga: Nik Sugiarti Terpilih Ketua Partai Golkar Kabupaten Pasuruan

Senada, Bahrudien Akbar Wahyudi Anggota DPRD Kota Pasuruan pun mengaku, putranya yang masih SD juga mendapat juara.

“Daftarnya saja tiga ratus ribu, tapi dapatnya kertas dan gembreng,” keluh Bahrudien Akbar Wahyudi.

Baca juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri

Keluhan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini dipastikan akan diteruskan ke Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. “Karena apa? Putra saya sudah latihan dari pagi dan malam, setiap hari, kecuali hari Minggu. Tapi setelah menang yang didapat mengecewakan,” pungkasnya.

Untuk ditahui, Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java Championship 2025, dalam rangka regenerasi atlet pencak silat di usia muda serta mempromosikan olahraga pencak silat sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter, juga bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter. (dyt)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru