Potretkota.com - Kasus pencurian yang menimpa jamaah di kawasan Masjid Sunan Ampel, Surabaya, kembali menyoroti lemahnya sistem pengamanan di salah satu destinasi wisata religi tersibuk di Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, (07/01/2026), saat korban tengah beraktivitas di area depan masjid.
Korban R (41) baru menyadari uang tunai sebesar Rp 424.000 yang disimpan di dalam tas selempangnya raib, saat sedang berbincang dengan rekannya. Ironisnya, pencurian itu terjadi di ruang publik yang seharusnya mendapat pengawasan ketat, mengingat tingginya aktivitas jamaah dan wisatawan setiap hari.
Baca juga: Gondol Meteran PDAM, Pelaku Nyaris Dihakimi Massa di Bulak Rukem
Aksi terduga pelaku berinisial M.DF (28), warga Sidotopo Wetan, Surabaya, memang terekam kamera pengawas. Namun, fakta bahwa pencurian baru terungkap setelah korban secara mandiri memeriksa rekaman CCTV menimbulkan pertanyaan soal efektivitas pemantauan keamanan di kawasan tersebut.
Kapolsek Semampir Surabaya Kompol Hery Iswanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan korban sempat mencurigai pelaku yang mendekat sebentar lalu pergi. Kecurigaan itu terbukti setelah korban mendapati uangnya hilang dan mengecek rekaman CCTV.
“Dari rekaman CCTV terlihat jelas pelaku mengambil uang dari tas korban,” ujar Iptu Suroto, Jumat (09/01/2026).
Baca juga: Pura-pura Pesen Kopi dan Mie, NK Curi Handphone Pemilik Warung
Sekitar pukul 12.00 WIB, terduga pelaku diserahkan kepada Unit Reskrim Polsek Semampir bersama barang bukti berupa tas selempang, dompet, pakaian, dan uang tunai korban. Pelaku yang juga tercatat sebagai warga Bulak Banteng Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, mengakui perbuatannya dan kini menjalani proses hukum.
Pelaku dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Meski penegakan hukum berjalan, kasus ini memperlihatkan celah pengamanan di kawasan Sunan Ampel yang kerap dipadati jamaah, namun minim pengawasan aktif dari petugas di lapangan.
Baca juga: Cucu Curi Uang dan Perhiasan Nenek di Pasuruan Untuk Judi
Sebagai kawasan wisata religi nasional, Sunan Ampel menjadi magnet bagi ribuan pengunjung setiap harinya. Namun, tanpa sistem keamanan yang memadai dan pengawasan yang konsisten, area ini rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan yang mengincar kelengahan jamaah.
Polisi diharapkan lebih intensif dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap waspada dan menjaga barang bawaan. Di sisi lain, pengelola kawasan dan pemangku kebijakan didorong untuk mengevaluasi sistem keamanan agar kawasan religi tidak hanya menjadi tempat ibadah dan wisata, tetapi juga ruang publik yang aman bagi semua pengunjung. (ASB)
Editor : Redaksi