Potretkota.com - Kelangkaan minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita terjadi di berbagai daerah, termasuk di Surabaya. Kondisi ini memicu kenaikan harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Mustika, seorang pedagang di Pasar Dukuh Kupang Surabaya, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan Minyakita sejak menjelang Hari Raya Lebaran 2026. Menurutnya, distribusi dari agen kerap tersendat bahkan kosong.
Baca juga: Oplos LPG di Sidoarjo: Modal Rp80 Ribu Untung hingga Rp160 Ribu
“Barangnya sekarang susah sekali, dari agen sering kosong. Jadi kalau ada, kami terpaksa menjual lebih mahal dari HET,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Wagub Jatim Sidak Ketersediaan LPG Bersubsidi di Pasuruan
Akibat terbatasnya pasokan, harga Minyakita di tingkat pedagang naik menjadi sekitar Rp21.000 hingga Rp23.000 per liter. Padahal, pemerintah menetapkan HET sebesar Rp15.700 per liter.
Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng curah yang selama ini menjadi alternatif masyarakat. Saat ini, minyak curah dijual sekitar Rp22.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan botol ukuran 1,5 liter bisa mencapai Rp30.000.
Baca juga: Waspada! Tabung Gas LPG 12 Kg Warna Biru Hasil Oplosan Beredar
“Harga minyak curah juga ikut naik, sekarang sudah di atas Rp20.000. Pembeli banyak yang mengeluh karena makin berat,” kata Yanti, pedagang lainnya.
Para pedagang dan konsumen berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga minyak goreng di pasaran. Kelangkaan yang berkepanjangan serta harga yang tinggi dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. (KF)
Editor : Redaksi