Paguyupan PKL Kaliasin Pompa Menolak Digusur

potretkota.com
Pera pedagang mencari solusi agar tidak ada gusuran

Potretkota.com - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kaliasin Pompa Surabaya mengeluh, lantaran lahan yang sudah ditempati sejak tahun 1981 terancam dibubarkan oleh Pemerintah. Hal tersebut disampaikan setelah beberapa kali ada pertemuan dengan pihak Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari Surabaya.

“Kami sudah berjualan jauh sebelum Tunjung Plasa dibuka. Kalau sekarang dibubarkan, nasib kami bagaimana,” keluh Aswan Siregar salah satu Pelindung Paguyupan PKL Kaliasin Pompa, Surabaya, Minggu (7/9/2018).

Baca juga: Kopling Sawah, Bisnis Sederhana di Pasuruan Untung Jutaan Rupiah

Pria yang akrab disapa Iwan ini menyebut, puluhan pedagang yang menyambungkan nasibnya berdagang, semuanya merupakan penduduk asli Kaliasin Surabaya. “Semua pedagang penduduk asli Surabaya. Kalau digusur, nasib kami bagaimana,” keluhnya.

Baca juga: Satpol PP Kota Pasuruan Surati Warung di Kecamatan Gadingrejo

Hal senada disampaikan Rizky, salah satu warga Kaliasin Pompa Surabaya. Menurutnya, hampir semua warga menggantungkan nasibnya berjualan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berharap, tidak ada lagi penggusuran. “Kami bersedia jika dilakukan pembenahan lebh baik oleh pihak Kelurahan atau Kecamatan, tapi bukan penggusuran,” tegasnya.

Baca juga: Karaoke Berkedok Warung di Pasuruan Akhirnya Dibubarkan

Sementara, Wibisono salah satu pedagang kopi di Kaliasin berharap, Pemerintah lebih perhatian terhadap PKL. “Karena PKL merupakan bagian usaha ekonomi kerakyatan yang digagas Presiden. Saya ingin Pemerintah lebih memperhatikan nasib pedagang,” pungkasnya. (Tio)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru