Potretkota.com - Sebanyak 34 kelurahan se-Kota Pasuruan mengikuti Pasuruan Street Art Fashion Carnival 2026 yang digelar dalam rangka semarak kemerdekaan pada 1 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema pesona Nusantara dengan menampilkan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk mengikuti ajang tersebut, masing-masing kelurahan menyiapkan anggaran yang disebut mencapai puluhan juta rupiah. Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk menyewa pakaian adat, mendatangkan perlengkapan dari sejumlah daerah, serta memberikan honor kepada guru tari dan seniman yang terlibat dalam penampilan.
Baca juga: Lurah Gentong Respons Cepat Keluhan Parkir Motor Wali Santri
Sebanyak 34 kelurahan akan menampilkan pakaian adat Nusantara yang diperagakan oleh guru tari maupun seniman yang telah bekerja sama dengan pemerintah kelurahan masing-masing.
Saat dikonfirmasi mengenai sumber anggaran kegiatan, Camat Gadingrejo, Kota Pasuruan, Dicky Yudho, mengatakan bahwa dana untuk mengikuti Street Art Fashion Carnival telah melekat pada masing-masing kelurahan.
“Dana sudah melekat di masing-masing kelurahan. Untuk lebih jelas, tanya Pak Lurah saja,” kata Dicky Yudho, Senin (31/8/2026).
Namun, keterangan berbeda disampaikan salah satu lurah di Kecamatan Gadingrejo. Sebelumnya, lurah tersebut mengungkapkan bahwa pihak kecamatan turut memberikan bantuan anggaran untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami dibantu Rp10 juta dari kecamatan untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar BM, salah satu lurah di Kecamatan Gadingrejo, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di kantornya.
Di Kecamatan Gadingrejo sendiri, seluruh kelurahan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Masing-masing kelurahan menampilkan pakaian adat dari daerah yang berbeda.
Baca juga: Kekeringan Melanda 3 Dusun di Kedungrejo, Kapolres Pasuruan Salurkan Bantuan Air Bersih
Kelurahan Gentong akan menampilkan pakaian adat Jawa Timur, Krapyakrejo mengusung pakaian adat Kalimantan Selatan, Randusari menampilkan pakaian adat Kalimantan Timur, Petahunan menggunakan pakaian adat Banten, Gadingrejo menampilkan pakaian adat Jambi, Sebani mengusung pakaian adat Gorontalo, Bukit menampilkan pakaian adat Sulawesi Barat, sedangkan Karangketug menggunakan pakaian adat Kalimantan Utara.
Untuk mempersiapkan penampilan, sejumlah kelurahan disebut harus mengeluarkan anggaran hingga puluhan juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk menyewa pakaian adat yang didatangkan dari sejumlah daerah, mulai dari Malang, Jember, Banyuwangi hingga Jakarta. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk membayar honor guru tari dan seniman yang menjadi bagian dari penampilan masing-masing kelurahan.
Ketika kembali dimintai penjelasan mengenai sumber anggaran untuk mengikuti Street Art Fashion Carnival 2026, Dicky Yudho meminta agar terlebih dahulu diketahui lurah yang menyebut adanya bantuan dana dari kecamatan.
“Nanti saya jelaskan. Saya ingin tahu lurah mana dulu yang bilang kalau dana dikasih kecamatan,” terang Dicky Yudho.
Baca juga: Kapolres Pasuruan Kota Sosialisasi Layanan 110 di Balai Wartawan
Selain menampilkan kreasi busana adat Nusantara, Pasuruan Street Art Fashion Carnival 2026 juga menghadirkan hiburan berupa penampilan pelawak Percil dan kawan-kawan. Penampilan tersebut diakomodasi oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan.
“Kalau Cak Percil, yang mengurus bagian pariwisata,” kata salah satu staf Disparpora Kota Pasuruan melalui pesan suara.
Kegiatan yang melibatkan seluruh kelurahan di Kota Pasuruan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan semarak kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi keberagaman budaya Nusantara. (Dyt)
Editor : Redaksi