Kemarau Panjang, Petani Pakal Panen Garam

potretkota.com

Potretkota.com - Musim kemarau panjang rupanya menjadi berkah tersendiri bagi petani garam di Kecamatan Pakal, Surabaya. Hanya perlu waktu kurang dari satu bulan, para petani ini sudah bisa memanen garam-garam mereka.

Seperti yang disampaikan Ita, petani garam yang tinggal di sekitaran jalan Jawar Surabaya ini menyebutkan, musim panas yang berkepanjangan, beberapa hari lalu dirinya sempat panen besar. “Lumayan mas,” katanya sembari meminggirkan garam hingga membentuk gunungan-gunungan, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Sisa Kas Cuma Rp75 Juta, Perumda Panglungan Nekat Pinjam Dagulir Bank UMKM Jatim Rp1,5 Miliar

Saat ini, Ita sedang memanen garam-garamnya dari tiga kolam yang dia garap, masing-masing kolam garam berukuran 15x25 meter. Bayangkan saja, satu kolam garam saja perempuan paruh baya ini mengumpulkan 100 karung garam. Satu karung memiliki berat sekitar 50-60 kilogram. Sehingga total dari satu kolam saja, Ita bisa memanen garam sekitar 6 ton.

Baca juga: Utang Rp1,5 Miliar Untuk Tanam Porang, Cuma Panen Rp90 Jutaan

Garam yang digarap Ita, langsung disaring ari tanah, bukan dari lemekan terpal. Menurutnya, garam yang dijemur diatas tanah hasilnya lebih bagus, lebih asin dan harganya lebih mahal. “Kalau dijemur diterpal, hasilnya kurang bagus dan rasa yang sedikit pahit,” akunya, saat ini, dirinya mampu menjual garam ke tengkulak Rp 1 juta per-ton-nya. (Jar)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru