Camat Tak Lagi Menyoal PKL Kaliasin Pompa

potretkota.com

Potretkota.com - Perjuangan Paguyupan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kaliasin Pompa Surabaya, akhirnya dapat dirasakan masyarakat. Setelah melalui proses cukup lama, akhirnya Camat Tegalsari Surabaya, Lurah Kedungdoro Surabaya, tak lagi menyoal para pedagang berjualan.

Hal tersebut disampaikan Camat Tegalsari Surabaya Edi Purnomo saat berada diruang rapat mediasi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Senin (28/10/2018) kemarin.

Baca juga: Kopling Sawah, Bisnis Sederhana di Pasuruan Untung Jutaan Rupiah

"Tolong sampaikan ke pedagang lain. Mulai sekarang pedagang jangan merasa resah. Karena sebenarnya kita tidak mempermasalahkan para pedagang, kita hanya mempermasalahkan parkirannya," kata Edi, dipertemuannya.

Senada disampaikan Ketua DPRD Kota Surabaya, Armudji. Menurutnya, pedagang harus tetap berjualan. "Pedagang jangan merasa resah lagi," tegasnya, didampingi Budi Sulaksono Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Baca juga: Satpol PP Kota Pasuruan Surati Warung di Kecamatan Gadingrejo

Meski begitu, Armudji ingin agar para PKL tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. "PKL terus berjualan dan juga harus tertata dengan tertib, bersih, dan rapi. Pokoknya ditata lagi biar kelihatan bagus," tambahnya.

Sikap tegas tersebut, disambut gembira oleh para paguyupan PKL Kaliasin Pompa. "Kini kita sebagai pedagang akhirnya sudah tidak lagi dihantui ketakutan penertiban. Alhamdulilah.. PKL aman dan bisa berjualan lagi," ujar Ketua Paguyuban PKL Kaliasin Pompa, Sunaryo, didampingi Bidang Hukum Gerakan Putra Daerah (GPD) Dony Eko Wahyudin, SH.

Baca juga: Karaoke Berkedok Warung di Pasuruan Akhirnya Dibubarkan

Bsgitu juga disampaikan Wibisono, salah satu pedagang kopi di Kaliasin Pompa. Menurutnya, pertemuan dengan Wakil Rakyat, Camat ataupun Lurah, sudah menemukan titik temu. "Inilah yang diharapkan para pedagang Kaliasin Pompa. Ya, alhamdulilah akhirnya sudah menemukan solusi," ucapnya. (SA)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru