Potretkota.com - Gara-gara air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada tak mengalir, warga Jalan Sememi Jaya Surabaya, beramai-ramai mengambil air selokan yang berada tak jauh dari rumah mereka, Kamis (28/2/2019).
Penduduk yang memanfaatkan air selokan, mayoritas emak-emak. Alasan menggunakan air kotor, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dipakai untuk mencuci piring dan pakaian.
Baca Juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri
Safitri salah satu warga Sememi Jaya Surabaya mengaku pasrah, meski tahu mencuci piring dan pakaian menggunakan air selokan sangat berbahaya bagi kesehatan. Ibu satu anak ini tak punya pilihan lain selain, karena dengan menggunakan air isi uang akan menambah beban perekonomian. “Namanya PDAM mati terpaksa kita cuci-cuci pakai air selokan, buat cuci piring dan macem-macem,” katanya.
Menurut Safitri, sangat tau jika air selokan tidak baik jika dikonsumsi setiap harinya. “Tapi air ini tidak dibuat minum, kalau untuk minum dan bilas cucian pakai air isi ulang,” akunya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan langkah baik, agar air bersih segera didapat.
Baca Juga: Ishaq Jayabrata dan Ary Sylviati RS Pura Raharja Menolak Dikonfirmasi Dugaan Pemalsuan Akta Otentik
Sementara, Ketua RT 11 RW 01 Sememi Jaya 9B Surabaya, Surya Sakti mengaku, di kawasan ini ada sekitar 170 kepala keluarga yang membutuhkan air bersih. Meski sudah dilaporkan ke pihak PDAM, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.
“Sudah sering kita lapor ke PDAM, respon disuruh nunggu, tapi setelah diperbaiki air keruh terus, air keluar tapi tidak keluar secara menyeluruh. Sampai sekarang juga tidak ada perhatian atau suplai air truk tangki dari pihak PDAM,” ujar Surya.
Baca Juga: Warga Laporkan Penyidik Reskrim Polres Sumenep ke Polda Jatim
Mendapati keluhan warga Sememi Jaya Surabaya, pihak PDAM Surya Sembada belum dapat dikonfirmasi. (Jar)
Editor : Redaksi