Potretkota.com - Seusai menjalankan prosesi yudisium, mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya mengaku bingung. Hal itu, dikarenakan hingga saat ini Unsuri belum ada Rektor definitif. Padahal, sebentar lagi para mahasiswa tersebut mendapatkan pengakuan akademik dengan bukti ijazah yang diterimanya.
Menurut Sulaiman, salah satu Mahasiswa hukum Unsuri, yang menjadi keluhan teman-temannya, terutama bagi yang angkatan 2015, adalah Rektor Unsuri hingga kini masih Pelaksana Tugas (Plt). Padahal, bagi mahasiswa yang tinggal menerima ijazah ini menghendaki yang bertandatangan di ijazah nanti merupakan Rektor definitif, yaitu yang sudah sah terpilih sebagai pucuk pimpinan di akademik.
Baca Juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
"Hampir seluruh mahasiswa angkatan 2015 merasa sangat kecewa, karena sampai sekarang belum ada keputusan rektor definitif yang akan memimpin unsuri kedepannya," kata Sulaiman pada Potretkota.com, Kamis (12/9/2019).
Ditambah lagi, sebentar lagi Unsuri akan menggelar Wisuda. Tapi, kata mahasiswa asal Madura ini ada yang merasa mengganjal untuk lulusan tahun 2019 ini. Karena, rektor yang masih Plt dan secara akademik masih keluaran S2. Sehingga, kondisi ini membuat khawatir para lulusan.
Sebagaimana, yang sudah diketahui bahwa semenjak Gunawan Adji sebagai Rektor Unsuri dipecat pada 23 Mei 2019, hingga kini Unsuri masih dipimpin oleh Rektor (Plt). Hal ini, yang kemudian membuat mahasiswa Unsuri yang akan diwisuda merasa was-was dengan ijazah yang diterimanya.
Karena, bagi calon Sarjana yang masih punya harapan untuk melanjutkan akademiknya lagi. Tentu, menginginkan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) maupun PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang lebih kredibel.
Baca Juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar
"Universitas Sunan Giri Surabaya akan mengelar wisuda. Akan tetapi ada yg menganjal di peserta lulusan tahun akademik 2018-2019 dikarenakan rektor yang masih plt dan lulusan S2. Hampir Seluruh mahasiswa angkatan 2015 merasa sangat kecewa, karena sampai sekarang belum ada keputusan rektor definitif yang akan memimpin unsuri kedepannya," tambah Sulaiman.
Lebih lanjut, mahasiswa yang juga Ketua Hima Prodi Hukum ini menegaskan, ketakutan untuk lulusan 2019 ini wajar. Karena, permasalahannya nanti siapa yang bertandatangan di ijazah. Sehingga, di situ menurutnya lulusan Unsuri akan ikut menentukan nilai tawarnya. "Dari itu ijazah yg akan kita lanjutkan ke tingkat selanjutnya merasa memiliki nilai tawar yang rendah, apalagi untuk melamar pekerjaan ke instansi swasta maupun negeri," ucap Sulaiman.
Selain itu, hal senada juga diungkapkan Irma, Presiden Mahasiswa (Presma) Unsuri. Ia tidak sepakat jika ijazah mahasiswa Unsuri ini ditandangani Rektor (Plt) dan juga lulusan S2. Karena, menurut Mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) ini kriteria Rektor itu harus Doktoral, bukan dari Magister atau Strata dua. Irma juga menginginkan, agar Unsuri sebagai almamaternya harus bisa bercermin pada perguruan tinggi yang sudah maju. Karena, katanya, itu untuk kemajuan lembaga pendidikan yang menempa dirinya saat ini.
Baca Juga: Pengadaan Alat Gamelan Jawa SD di Magetan Akhirnya Berfungsi
"Jujur kalo aku kurang sepakat kalo semisal ijazah di ttd rektor S2 karna dari kriteria pemilihan rektor sendiri harus berpendidikan S3. Kita berkaca pada perguruan tinggi yang sudah maju aja. Minimal kita bisa maju dengan pemikiran-pemikirannya," pungkas Irma.
Perlu untuk diketahui, bahwa sejak pemberhentian Rektor Gunawan Adji No: 031/YAY/DPs/UNS/V/2019 tertanggal 23 Mei 2019. Kemudian SK pengangkatan Sudja’i Plt Rektor, No: 033/YAY/DPs/UNS/2019 tertanggal 24 Mei 2019. Sedangkan, hingga bulan keempat pasca pemberhentian Rektor dan penetapan Plt belum ada Rektor definitif yang ditetapkan oleh Unsuri Surabaya. (Qin)
Editor : Redaksi