Guru Olahraga di Pasuruan Tempeleng 13 Siswa

avatar potretkota.com

Potrekota.com - Sebanyak 13 siswa ditempeleng kepalanya oleh guru SMK Mutu Muhammdiyah 1 Pasuruan. Hal itu lantaran guru sedang emosi atas perbuatan yang dilakukan oleh murid-muridnya, Selasa (8/10/ 2019). Sebab siswa tersebut sering diperingatkan oleh gurunya namun tetap bandel, diantaranya sering ketahuan merokok di warung dan di dalam sekolah serta bolos sekolah dan pergi ke warung diluar sekolah.

Sebelumnya video tersebut sempat viral diunggah ke medsos akun facebook, instragram dan status whatsapp yang akhirnya rame pada komentar. Mendapati hal ini, pewarta mencoba klarifikasi kepada Baiqi Guru Olahraga SMK Mutu Muhammadiyah 1 Pasuruan.

Baca Juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya

"Sebelum kejadian sudah sering saya peringatkan murid-murid agar tidak melakukan tindakan merokok di sekolah maupun di jam sekolah dan jangan sering bolos sekolah. Selain itu juga sering saya peringatkan agar di jam istrahat tidak pergi ke warung luar sekolah, karena ada warga yang resah para siswa banyak yang merokok di warung. Atas hal ini akhirnya saya panggil semua siswa yang bandel tersebut dan saya tanya satu persatu lalu spontan saya ‘tempeleng’ kepalanya," kata Baiqi pada pewarta, Selasa (22/10/2019)

Meski demikian, Baiqi mengaku khilaf. "Sebenarnya saya sangat sayang pada murid-murid dan berhubung sering saya peringatkan namun tidak digubris, akhirnya saya emosi. Motif tersebut sebetulnya saya tidak kuat menahan amarah dan atas kejadian itu saya khilaf," akunya.

Baca Juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar

Baiqi siap menerima resiko dan sanksi yang akan diberikan sekolah. "Seblumnya saya mohon maaf pada murid-murid yang yang selama menjadi didikan kami," tandasnya.

Sementara, Humas SMK Mutu Muhammadiyah 1 Pasuruan, Sandiantoro mengakui kebenaran kejadian tersebut. "Ada sebanyak 13 siswa yang terlibat dalam kejadian dengan guru tersebut. Atas kejadian ini saya panggil semuanya diantaranya walimurid dan guru tersebut untuk melakukan mediasi. Hasilnya sama-sama sepakat tidak akan mengulangi lagi tindakan ini. Mengenai tindakan selanjutnya akan saya kembalikan lagi kepada lembaga. Mengenai guru yang bersangkutan itu sebenarnya sudah lama mengajar di SMK Mutu Muhammadiyah 1 Pasuruan sekitar sejak tahun 2015," katanya.

Baca Juga: Pengadaan Alat Gamelan Jawa SD di Magetan Akhirnya Berfungsi

Ditempat yang saman, Guru Kesiswaan Baujir mengatakan, masalah ini sudah sama sepakat dan kami akan melakukan surat penyataan tertulis perminta maafan. "Untuk saat ini, saya masi menunggu muspika agar surat pernyataan ini bisa disaksikan bersama-sama dan semoga tidak terulang kembali," tutupnya. (Mat)

Berita Terbaru