Potretkota.com - Tidak ingin ada calon tunggal dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya, Golkar siap berkoalisi dengan Partai yang sederajad di dalam perlemen. Karena, Golkar di DPRD Kota Surabaya lima Kursi, maka Partai berlambang beringin tersebut perlu koalisi yang berimbang untuk memenuhi Parliamentary Threshold (ambang batas parlemen).
Hal itu, sebagaimana disampaikan Politisi Golkar, Arif Fathoni di DPRD Kota Surabaya. Menurutnya, dalam menghadapi pertarungan di Pilwali Surabaya, harus realistis. Bila PDIP dapat mengusung calon sendiri di Pilwali, partai lain masih butuh koalisi.
Baca Juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai
Untuk itu, Partai Golkar kata Pria yang akrab dipanggil Thoni itu, perlu berkoalisi dengan partai yang sederajad. Artinya, Golkar harus realistis untuk dapat mengusung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota demi memenangkan Pilwali 2020-2024, yaitu butuh berkoalisi dengan Partai yang kuat, memiliki kursi yang sama di parlemen.
"Yang pasti Golkar mengajak berkoalisi dengan partai yang memiliki kesepahaman yang sama, Golkar memiliki lima kursi, kita melakukan koalisi sesuai dengan perolehan Pemilu kemarin, artinya Pilkada Surabaya ini tidak ada gagasan calon incumbent, makanya kita harus punya semangat yang sama, mengalahkan PDIP kan bukan tidak ada keniscayaan," kata Fathoni ditemui di ruang Fraksi Golkar, Jumat (17/1/2020) kemarin.
Baca Juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri
Meski demikian, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Golkar Surabaya itu memyampaikan, bahwa pihaknya menginginkan ada kadernya yang bisa diusung di Pilwali 2020. "Pilwali Surabaya 2020, saatnya kader Golkar maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Surabaya," tuturnya.
Namun, terkait siapa Calon Wali Kota yang diusung Partai Golkar, menurut Thoni masih disimpan. Ketua Fraksi Golkar tersebut tidak mau mengungkapkan siapa calon yang direkom Partainya. "Untuk calon Wali Kotanya kita simpan dulu, nanti kalau pendaftaran baru dibuka (dipublikasikan)," ungkapnya.
Baca Juga: Partai Demokrat Jatim Nilai Rasiyo Turut Selamatkan RS Pura Raharja
Fathoni juga menambahkan, saat ini meminta calon yang akan diusungnya untuk bisa menyapa masyarakat Surabaya. Dan, terkait dengan elektabilitas calon pihaknya sudah bekerja sama dengan 10 lembaga surve untuk melihatnya. "Sementara ini kami sudah bekerja sama dengan 10 lembaga surve untuk melihat calon, karena tidak mungkin dipercayakan dukun untuk kemenangan," guraunya.
Karena itu, Partainya kata Fathoni memberi kesempatan pada calon potensial untuk rajin menyapa masyarakat, sebab rekomendasi DPP mempertimbangkan lembaga survey. (Qin)
Editor : Redaksi