Potretkota.com - Pabrik rokok HM Sampoerna yang terletak di wilayah Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, kabarnya merumahkan ratusan karyawan dan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
PHK masal ini menyusul merosotnya produksi rokok cerutu yang dibuat di pabrik HM Sampoerna. Untuk itu produksi rokok cerutu ini akan dialihkan di luar negeri dan mendekati pangsa pasarnya. Atas kejadian tersebut, produsen rokok terbesar di Indonesia ini terpaksa menawarkan program pensiun dini kepada karyawannya.
Baca Juga: Winarto DPRD Ngawi Kelola Uang Pabrik Mainan Rp91 Miliar Lebih
Menurut salah seorang karyawan yang enggan di sebut jatidirinya mengaku, masalah PHK yang ada di HM Sampoerna memang ada. "Pernah dihubungi via telepon oleh pimpinan unit bahawasanya kami ikut ter- PHK dan kami nilai sepihak. Kabar PHK itu kami dengar pada saat kami tengah libur kerja. Mendengar kabar itu, kami sempat kaget. Padahal kerja kami baik dan sehari sebelumnya, kami bekerja lembur hingga malam hari. Bahkan selama kami bekerja tidak pernah melakukan kesalahan apalagi mendapatkan surat peringatan. Malah sebaliknya, beberapa orang karyawan yang perilakunya tidak baik justru tetap dipertahankan oleh manajemen," keluhnya.
Baca Juga: Fee Pabrik Mainan Ngawi Ratusan Juta Mengalir ke Sekdes dan Kasun
Menanggapi persoalan ini, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PUK HM Sampoerna, Tobat menjelaskan, program pensiun dini sudah ditawarkan sejak pertengahan Februari 2020 lalu. Karyawan diberikan kesempatan untuk mengajukan diri. Saat ini sudah lebih 200 orang yang mengajukan pensiun dini. program pensiun dini diprioritaskan pada karyawan yang masa kerjanya mendekati usia pensiun. Namun tidak menutup kemungkinan karyawan usia produktif bisa mengikuti program tersebut.
"Karyawan diberikan cukup waktu untuk berfikir dan konsultasi dengan keluarga untuk mengajukan pensiun dini. Finalisasi dan perundingan bipartrit akan segera dilaksanakan. Salain itu perusahaan telah menawarkan kompensasi atas program pensiun dini tersebut. Mereka menjanjikan dana pesangon pensiun yang melebihi aturan ketenagakerjaan. Karyawan yang pensiun juga diberi kesempatan untuk mengikuti program pelatihan kewirausahaan," terang Tobat
Baca Juga: Apel Kebangsaan Serikat Buruh di GOR Delta Sidoarjo
Sementara Manager Cooporate Communication HM Sampoerna, Ria waktu dihubungi melalui ponselnya, belum bersedia memberikan klarifikasi atas perumahan ratusan karyawannya tersebut. "Saat ini pihaknya masih berkonsentrasi terhadap proses PHK yang tengah berjalan," singkatnya. (Mat)
Editor : Redaksi