Potretkota.com - Nasib Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berada di perkampugan memang cukup memprihatinkan. Dampak dari status tersebut, tak jarang ada warga dikucilkan atau dijauhi oleh masyarakat sekitar.
Masyarakat melakukan hal tersebut khawatir akan penularan ataupun terjebak dalam status ODP, meski hasil test pun belum tentu positif virus corona atau Covid-19. Beban ODP dan sanksi sosial akan bisa memperburuk keadaan hingga keluarga mengalami depresi.
Baca Juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri
Hal itu disampaikan oleh Unik Rahayu (50) warga Gubeng Kertajaya Surabaya. Menurutnya, terdampak salah paham ODP karena suaminya Zen Arifin (64) saat meninggal dunia dimakamkam oleh petugas salah satu rumah sakit di Surabaya menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), yang membuat takut warga sekitarnya.
Padahal warga tau Zen Arifin meninggal dunia karena riwayat sakit kanker prostat yang sudah dideritanya selama 2 tahun lamanya, sebelum ada virus Corona. Karena meninggal dunia saat Pandemi, almarhum akhirnya mendapat predikat Pasien Dalam Pemantauan (PDP).
Baca Juga: Ishaq Jayabrata dan Ary Sylviati RS Pura Raharja Menolak Dikonfirmasi Dugaan Pemalsuan Akta Otentik
Beruntung, beberapa hari kemudian hasil tes swab keluar, Zen Arifin dinyatakan negatif Covid-19. Meski merasa lega, namun Rahayu dan keluarga tetap menanggung sanksi sosial, yang sejak awal warga sekitar tempat tinggalnya tetap menyangka bahwa suaminya meninggal karena Virus Corona.
“Alhamdulillah, hasil test dokter suami bebas Virus Corona,” kata Rahayu penuh syukur, Selasa (12/5/2019).
Baca Juga: Warga Laporkan Penyidik Reskrim Polres Sumenep ke Polda Jatim
Sementara, Pengamat Sosial Rossy Miselina mengaku, fenomena ODP ini memang banyak terjadi di kalangan masyarakat. Tak jarang beban warga yang menyandang status ODP dengan memikul sanksi sosial dikalangan masyarakat sekitar, bisa semakin memperburuk keadaan. Kecemasan yang berlebihan dan tingkat stress yang tinggi dampak dari perlakuan warga tersebut, akan berdampak luar biasa hingga sang ODP mengalami depresi.
“Untuk mencegah kemungkinan buruk dampak dari sanksi sosial warga dan tetangga, perlu ada support keluarga yang menjadikan formulasi ampuh untuk mencegah kemungkinan terburuk. ODP yang mendapat sanksi sosial dari warga sekitar mudah-mudahan terbebas dari depresi,” tambah Rossy. (Jar)
Editor : Redaksi