Potretkota.com - Bos transportasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) PT Aryaguna Sejahtera Abadi (ASA) mengaku, tidak menjual atau membuang limbah sembarangan.
Karena takut dicurangi pegawai, bos PT ASA Totok Jahuri baru-baru ini mengaku, pun sudah memasang GPS pada angkutan limbah yang dipunya. "Kalau dipasangi GPS kan terpantau, kemana larinya truk limbah," jelasnya.
Baca Juga: Bos Kontraktor Ini Diperiksa Hakim Tipikor Surabaya Awal Tahun 2026
Suami dari pengusaha butik online Dewi Sekar Arianti ini juga mengaku, saat Pandemi banyak pekerjaan yang hilang. Salah satu alasan, soal kompetisi harga transportasi. "Dari 15 perusahaan, saat ini yang kerjasama hanya 6 saja," ujarnya.
Baca Juga: Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya Terima Uang dari PT Prasasti Tiara Ayunda Rp450 Juta
Pria yang akrab disapa Deni ini juga mengaku, sebagai transportir tidak berani membuang limbah sembarang, apalagi limbah medis. "Kalau untuk limbah medis, saya kirim kepada pengelola, pemusnah juga pemanfaat daerah Tanggerang yang sudah bekerjasama," akunya. (Hyu)
Editor : Redaksi