Potretkota.com - Munculnya tantangan sejumlah aktifis atau NGO ke masing-masing bakal calon Wali Kota Pasuruan terkait buka-bukaan data ijazah riwayat pendidikan mendapat respon berbeda dari kedua tim pemenangan pasangan Gus Ipul-Mas Adi (Giat) dan pasangan Teno-Hasjim (Tegas).
Ismail Marzuki salah satu tim pemenangan pasangan Giat, soal tantangan dari teman-teman NGO yang meminta buka-bukaan soal riwayat pendidikan ke masing-masing bakal calon, boleh-boleh saja. "Akan tetapi yang mau di buka itu apanya. Kalau ingin mau lihat data riwayat pendidikan pasangan Gus Ipul dan Mas Adi silakan. Karena kedua pasangan tersebut, sudah memiliki semua berkas lengkap riwayat pendidikan. Dari KPU Kota Pasuruan juga sudah menyatakan bahwa berkas riwayat pendidikan calon sudah memenuhi syarat," katanya, Kamis (17/9/2020) siang.
Baca Juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai
Lanjut Ismail, untuk batasan persyaratan minimal yang harus kita penuhi di KPU Kota Pasuruan saat mendaftar sudah kita penuhi yakni pendidikan terakhir SMA. Tapi, semisal publik mau minta melihat, kami ada, kami sudah siapkan lengkap dari SD hingga sarjana," tandasnya.
Baca Juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
Terpisah, Teddy Armanto Sekretaris Tim pemenangan pasangan Tegqw enggan menanggapi soal tantangan teman-teman NGO soal buka-bukaan riwayat pendidikan di masing-masing calon.
"Tedy Armanto menyarankan untuk soal itu tanyakan langsung saja ke yang bersangkutan baik itu ke Teno ataupun ke Hasjim. Jadi silahkan konfirmasi ke beliaunya saja kalau urusan soal itu. Tapi saya tegaskan untuk syarat pendaftaran calon saya yang kemarin menggunakan SMA, jadi calon kami pakai SMA aja sudah cukup," urai Teddy Armanto.
Baca Juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri
Sementara, Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Dianasari mengatakan semua berkas bapaslon yang maju dalam Pilwali Kota Pasuruan sudah diperiksa dan sudah dinyatakan lengkap. "Tentunya ada tiga calon yang mendaftar menggunakan ijazah SMA, mereka adalah Raharto Teno Prasetyo, Moch Hasjim Asjari, dan Saifullah Yusuf. Sedangkan, Adi Wibowo, mendaftar menggunakan ijazah S2," pungkasnya. (Mat)
Editor : Redaksi