Potretkotacom - Ketua GM Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/POLRI (FKPPI), Ayik Suhaya mendesak DPRD Kota Pasuruan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Hal ini dilakukan, supaya dewan segera memanggil dan mengklarifikasi Kepala Daerah terkait deposito dana Kasda Rp 80 miliar di Bank Jatim dialihkan ke tiga Bank BRI, BNI dan BTN. Dalam transaksi itu terdapat selisih suku bunga lebih rendah. Sehingga berpotensi mengurangi pendapatan daerah dari sektor Bank.
Atas kabar itulah, Ayi Suhaya meminta anggota dewan khususnya Komisi II menindaklanjuti hasil temuan yang saat itu kunjungan kerja ke Bank Jatim pada beberapa yang lalu. “Karena disitu diperoleh keterangan bahwa Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Pasuruan telah melayangkan surat untuk memindahkan rekening deposito sebesar Rp 80 miliar ke tiga bank lain yang ditunjuk,” ungkapnya.
Baca Juga: ARSAS Cangkrukan Bersama Elemen Masyarakat Surabaya
Harapanya, Ayi Suhaya, dana tersebut harusnya dikembalikan ke Bank Jatim. “Untuk itu kami mengingatkan, jangan sampai kasus korupsi Kasda di Kabupaten Pasuruan tahun 2010 lalu yang menelan anggaran Rp 33 miliar justru terjadi di Kota Pasuruan. Karena modus permasalahanya yang terjadi di Kota Pasuruan hampir sama. Jadi kami minta Pemkot Pasuruan mempertimbangkan secara matang pemindahan rekening deposito tersebut. Jika hanya didasarkan untuk mendapat kompensasi dana CSR, harus dilakukan klarifikasi dan perbandingan diantara empat bank tersebut," terang Ayi Suhaya.
Baca Juga: Madura Nusantara Serukan Penangkapan Aktor Intelektual Persekusi Lansia di Surabaya
Temuan lain adanya perjanjian pemberian dana CSR Rp 300 juta sebagai kompensasi pemindahan rekening deposito Rp 60 miliar juga harus dilakukan klarifikasi. Mengingat suku bunga deposito di Bank BRI justru lebih rendah dibanding Bank Jatim. Dapat diketahui berdasarkan data laporan keuangan per September 2020, selisih lebih rendah bunga bank tersebut sebesar 0,91 persen. Jika bunga deposito di Bank Jatim sebesar 5,25 persen, sementara di BRI sebesar 4,34 persen. (Mat)
Editor : Redaksi