Berharap Bantuan Pemerintah

Kelompok Koperasi di Pasuruan Mengeluh

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Kelompok koperasi susu yang berada di wilayah Kecamatan Tutur Nongkojajar, Puspo, Grati, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan mengeluh lantaran harga susu tidak seimbang. Akibatnya, para kelompok koperasi dan petani susu merugi karena hasil yang mereka jual tidak impas dengan biaya modal pakan ternak. Sehingga petani pasrah mengalami kenyataan pahit.

Seperti disampaikan Purwo Budi Setiawan Pengurus Koerasi Unit Desa (KUD) Sembada asal Kecamatan Puspo, mengaku sebenarnya koperasi susu sangat berpotensi sekali. Ditambah situasi alam mendukung untuk pakan ternak. Di masa pandemi juga tidak berdampak. Sehingga kami selaku pengurus berani mengembangkan koperasi susu, karena demi untuk mengurangi angka pengangguran dan membantu pemeritah mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga: Aksi Gempar Jatim, Heru: Penjarakan PPK, KPA, PA Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jatim

Di lain sisi yang menjadi keluhan para kelompok koperasi dan petani susu ini, ketika sudah menjalin kerjasama kedua belah pihak antara pembeli (IPS) justru dibilang menguntungkan dan merugikan. Sebab persoalan harga tidak seimbang, ia yang menentukan. "Karena dengan ketentuan harga itulah kita pasrah. Berharap pemerintah mendengar keluhan para kelompok koperasi dan petani susu serta harapan kita pemerintah mau bekerjasama," ujarnya.

Senada, Nuri Ketua KUD Jadi Jaya, Kecamatan Purwodadi, menyampaikan pengembangan petani sapi perah sangat potensi dan memungkinkan. Karena letaknya geografis juga banyak lahan hutan yang kosong. Sehingga mudah untuk mencari pakan ternak. Akan tetapi belum sepenuhnya ada petani ternak sapi perah di kawasan Purwosari. Dapat dihitung dari 13 Desa yang menjadi komoditi peternak sapi perah, diantaranya 6 Desa dan yang 7 Desa masi belum menjadi komoditi peternak sapi. "Berharap penambahan populasi sapi ini dapat ditambahkan dan kita juga sudah kerjasama dengan pihak Bank. Karena pengembangan koperasi susu berpotensi cukup bagus," urainya.

Baca Juga: Agus Sutomo: Program Makan Bergizi Gratis Dirancang Untuk Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Hanya yang menjadi persoalan sekarang, harga susu belum sepenuhnya seimbang. Berharap semoga pemasaran bisa lebih meningkat. "Kita meminta Pemerintah Daerah untuk bekerjasama, paling tidak mengaktifkan anggotanya (PNS) dan juga anak-anak sekolah untuk mengkonsumsi minum susu dari produk koperasi susu yang ada di Pasuruan," tambah Nuri.

Sementara, Sulis pengurus KPSP Setia Kawan, Nongkojajar, Kecamatan Tutur, menyampaikan masing-masing di setiap koperasi susu mempunyai potensi. Kalau dinilai pendapatanya dapat mencapai Rp 1 miliar. Untuk itulah para kelompok koperasi minta dukungan dari Pemda. Sebab di Kabupaten Pasuruan ini potensinya luar biasa banyak pabrik susunya. "Hanya tinggal kita mengggenjot produksi susu," ujarnya.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Pengurus Koperasi UPN Veteran Jatim Jadi Tahanan Kota

Sulis Berharap, Pemerintah membantu dan memberikan solusi agar harga susu seimbang, ini demi kesejahteraan masyarakat. "Karena biasanya pembeli tidak menghiraukan dalamnya seperti kesulitan membeli pakan ternak dan lainya," pungkasnya. (Mat)

Berita Terbaru