Dua Warga Bima Terkena Panah Saat Terjadi Bentrok

avatar potretkota.com
Suasana pasca bentrok antar warga di Bima
Suasana pasca bentrok antar warga di Bima

Potretkota.com - Bentrok saling dua kelompok warga antara lingkungan Melayu dan Lingkungan Soro Bugis di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima, kembali terjadi. Akibat bentrok antar dua lingkungan itu, mengakibtakan dua warga dari kelompok bentrok menjadi korban setelah terkena anak panah, Senin dini hari, (18/04/22).

Kapolsek Asakota Iptu H Syamsuddin, membenarkan peristiwa bentrok dua kelompok warga tersebut, namun hingga kini peyebab dua lingkungan yang bertetangga slaing serang itu, belum diketahui. “Pemicu saling serang dua kelompok warga itu, belum diketahui. Apakah masih masalah dulu, belum diketahui pasti,” kata Syamsuddin.

Baca Juga: Pamit Mancing Bawa Clurit, Remaja Gunung Anyar Dijaring Polsek Tambaksari

Syamsuddin mengungkapkan, akibat benttrok tersebut, satu orang warga lingkungan Melayu terkena panah pada bagian tangan, dan satu orang warga lingkungan Soro terkena panah pada bagian kaki. Namun diakuinya, kondisi dua lingkungan saat ini sudah mulai berangsur kondusif. Aparat keamanan masih melakukan pengamanan di wilayah bentrok.

Sementara itu, agar bentrok tidak meluas dan berkepanjangan puluhan personel Polres Bima Kota dan dan Kodim 1608/Bima dikerahkan untuk menghalau dan menyisir lokasi bentrok. Hasilnya, puluhan panah dan 3 busur serta panah ketapel disita. “Saya bersama Danramil, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas masih berjaga di lokasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Polisi Minta DPO Tawuran Wonokusumo Menyerah

Peristiwa bentrok warga antar kelompok bukan kali ini saja terjadi di Kota Bima, NTB. Akibat dari bentrokan yang kerap terjadi ini pun, persoalan Kamtibmas di Kota Bima perlu menjadi atensi bagi penegak hukum setempat. Terakhir terjadi, Sabtu malam, 9 April 2022 bentrok antara warga Desa Roi, Kecamatan Palibelo dan warga Desa Roka, Kecamatan Belo mengakibatkan satu rumah warga dibakar.

Tidak hanya itu, bentrok antar warga juga terjadi pada Selasa, 18 Januari 2022 lalu di Kota Bima. Dari peristiwa bentrok tersebut, sebanyak 21 orang warga Kelurahan Paruga ditangkap setelah sebelumnya melakukan aksi penyerangan terhadap warga Kelurahan Sarae. Bentrok diduga dipicu oleh aksi pembacokan oleh warga Sarae yang menyebabkan warga Kelurahan Paruga meninggal dunia.

Baca Juga: Perang Sarung Pelajar Berbuntut Pembacokan

Bentrok antar warga juga pernah terjadi pada Jumat malam, 27 Agustus 2021. Bentrokan terjadi antara warga Dusun Due dan Dusun Wodi, Desan Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB. Akibatnya, 2 orang pemuda terkena anak panah ditubuhnya. Bentrok diduga dipicu oleh aksi sekelompok pemuda Dusun Due yang mengganggu sejoli dari Dusun Wodi yang sedang melintas di Dusun Due.(Aa)

Berita Terbaru