Potretkota.com - Kader potensial Bayu Airlangga mengundurkan diri dari Partai Demokrat karena menganggap Musda Demokrat Jatim tidak demokratis. Anggapan Bayu ini pun direspon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat. Putra mantan Presiden RI ke-6 itu memastikan jika pelaksanaan musda Demokrat Jatim sudah sangat demokratis dan sesuai dengan AD/ART yang sudah ada.
Bahkan AHY mengatakan, dinamika di dalam partai politik sudah biasa terjadi keadaan seperti ini. Baginya yang terpenting adalah konsolidasi dan rekonsiliasi yang harus dilakukan oleh para kader partai untuk tetap fokus pada target politik partai. Saat di singgung soal kemunduran Bayu Airlangga dari Demokrat Jatim, AHY menyebut jika semua punya hak masing-masing, termasuk Bayu Airlangga.
Baca Juga: Partai Demokrat Jatim Nilai Rasiyo Turut Selamatkan RS Pura Raharja
“Sangat demokratis, kami sangat demokratis, tetapi semua sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam posisi Partai Demokrat yaitu AD/ART 2020. Jadi semua berjalan secara demokratis, dan harapannya setelah ini terjadi konsolidasi dan rekonsiliasi. Dinamika dalam Parpol itu biasalah dan tentu bukan jadi penghambat bagi kami untuk terus fokus upaya-upaya melanjutkan solusi untuk masyarakat dan tentunya secara politik kami akan fokus dalam pencapaian dalam pemilu 2024, dan soal mas Bayu mundur itu semua punya haknya lah” ujar AHY.
Baca Juga: Akhiri Konflik, Pengacara Partai Demokrat dan KORPRI Tabayyun
Sementara itu, Ketua Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak menyatakan jika seluruh DPC telah menghormati semua proses Musda yang dilakukan pada beberapa bulan lalu, dan hasilnya pun telah disepakati bersama. Ada dua nama yang diusulkan untuk menjadi Ketua DPD Demokrat Jatim, yaitu Bayu Airlangga dan Emil Elestianto Dardak.
Baca Juga: Demo Gerakan Pemuda Demokrasi di Kantor Demokrat Jatim Batal
“Kalau kita merujuk pada kegiatan di Musda, alhamdullilah saat ini DPC baik itu ketua, sekretaris dan bendahara serta fraksi, semuanya menghormati bahwa di forum tersebut 38 perwakilan DPC menyepakati bahwa dua nama diusulkan untuk tim 3 memutuskan, jadi sudah disepakati di situ. Artinya ini proses yang sudah disepakati 38. Dan rekan DPC menghormati dan konsisten kesepakatan yang telah diambil dalam musda saat diketok. Kata kuncinya kerja keras, kerja solid dan kerja ikhlas,” pungkas Emil.(CS)
Editor : Redaksi