Polisi Alihkan ke Dalam Kota

Antrean Kendaraan Pemudik Mengular di Tol Merak

avatar potretkota.com
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto BG Silitonga saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Merak.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto BG Silitonga saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Merak.

 

Potretkota.com - Puncak arus mudik pada H-2 menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, antrean masih terjadi di sejumlah titik. Pada sabtu (30/4) antrean kendaraan para pemudik terpantau di Jalur Cikuasa Atas dengan ekor antrean sepanjang 5 kilometer.

Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal

Antrean kepadatan pemudik juga terjadi di jalur Tol Merak dengan panjang antrean 10 kilometer atau tepanya di KM 95. 

Untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik, pihak kepolisian mengalihkan kendaraan arah dari Jakarta yang hendak menuju Pelabuhan Merak untuk keluar tol Cilegon Barat.

"Sesuai pantauan dari Pospam Tanjung Gerem, kepadatan kendaraan di jalan tol Merak hingga pukul 11.00 WIB berada pada KM 90, kepadatan hingga exit Tol Merak mencapai 8 KM. Untuk kepadatan arus di jalur arteri terpantau di Pertigaan Tanjung Gerem hingga ke Pelabuhan," ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga, Sabtu, (30/4/2022).

Shinto mengatakan, untuk mengurai kepadatan kendaraan tersebut, saat ini diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan peralihan arus kendaraan juga dilakukan keluar tol Cilegon Timur.

Selanjutnya dari data yang diterima, Shinto mengungkapkan jumlah kendaraan maupun penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak mengalami peningkatan.

"Sesuai data yang diterima, selama 24 jam kemarin hingga pagi ini, Otoritas Pelabuhan Merak memberangkatkan 45 unit kapal dengan 126 trip membawa 155.812 penumpang, 18.540 motor, 17.452 mobil dengan total 37.692 kendaraan. Angka ini jauh meningkat bila dibandingkan dengan data hari sebelumnya yaitu 129.866 penumpang yang naik 25.956 penumpang atau 19.97�n 31.934 kendaraan yang naik 5.578 kendaraan atau 18%," jelas Shinto.

Baca Juga: Bongkar 14 Kontainer Bawang Bombay Ilegal di Tanjung Perak

Foto : Antrean Kendaraan di dalam tol Merak, Sabtu (30/4) siangFoto : Antrean Kendaraan di dalam tol Merak, Sabtu (30/4) siangUntuk mengurai antrean kendaraan pemudik, Shinto mengungkapkan telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk mengoperasionalkan Dermaga Indah Kiat dan mendorong pengusaha kapal membantu untuk melangsungkan penyebrangan para pemudik untuk sampai ke Pulau Sumatera.

"Berkat koordinasi Polda Banten dengan jajaran terkait, pada Kamis (28/04) pukul 19.40 WIB telah diberangkatkan 114 kendaraan dari Pelabuhan Indah Kiat dengan menggunakan KM Mutiara Ferindo VII dan pada Jumat (29/04) pukul 16.30 WIB juga telah diberangkatkan 624 kendaraan dari Indah Kiat dengan kapal yang sama," ucapnya.

Lebih jauh, Shinto mengatakan, untuk membantu mengurai kepadatan di jalan, sejak Jumat (29/04) malam, Polda Banten telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memfungsikan 1 pelabuhan tambahan yakni Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.

Ada 4 kapal yang beroperasi di Pelabuhan BBJ Bojonegara yaitu Kapal JWS (kapasitas 200 kendaraan), Kapal JNW II (kapasitas 145 kendaraan), Kapal Roswin (kapasitas 100 kendaraan), Kapal BNR II (kapasitas 75 kendaraan) dan saat ini di Pelabuhan BBJ Bojonegara sedang muat kendaraan di Kapal JNW II.

Baca Juga: Korupsi Kolam Pelabuhan, Pelindo Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Selain Pelabuhan BBJ Bojonegara, Pelabuhan Pelindo saat ini juga akan mulai difungsikan untuk melayani pemudik dengan kapasitas mengangkut lebih dari 2.000 kendaraan.

"Kepadatan arus di jalur tol dan arteri tidak dapat dihindari karena antusiasme tinggi masyarakat untuk merayakan hari kemenangan di kampung halaman. Sehingga kecepatan pelayanan otoritas pelabuhan di tiap dermaga di Pelabuhan Merak menjadi faktor yang sangat penting untuk mempercepat pergerakan arus kendaraan dari jalur tol dan arteri. Maka jika pelayanannya lambat akan berdampak pada lambatnya pula laju kendaraan bergerak ke pelabuhan," jelasnya.

Selain itu, penambahan pelabuhan dan armada kapal juga mempunyai peranan penting dalam mempercepat mobilitas pemudik menyeberang. Jika unit kapal terbatas, maka jumlah pemudik yang dilayani juga terbatas.

"Kemudian permasalahan lainnya bisa muncul misalnya dari pelayanan tiket online dan barcode system di tol gate pelabuhan reguler," tutup Shinto.(Robi)

Berita Terbaru