Kelompok Pemuda Dompu Ricuh Saat Acara Dangdut

avatar potretkota.com
Petugas Polres Dompu saat membubarkan kericuhan.
Petugas Polres Dompu saat membubarkan kericuhan.

Potretkota.com - Keributan antar kelompok pemuda dari Lingkungan VI (Donggo Ana) Kelurahan Monta dengan anak muda Kelurahan Kendai dua Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu saling serang dengan batu di depan Kantor Lurah Minta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Sabtu malam (07/05/2022).

“Ini dipicu kesalahpahaman antara kedua kelompok pemuda saat acara hiburan malam (orgen tunggal) di rumah salah seorang warga Lingkungan VI (Donggo Ana), kelurahan Montabaru,”ungkap Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, Minggu (08/05/2022).

Baca Juga: Pamit Mancing Bawa Clurit, Remaja Gunung Anyar Dijaring Polsek Tambaksari

Untuk mencegah keributan antar dua kelompok pemuda berlanjut saat acara Dangdutan itu, sejumlah personil kepolisian dari Polres Dompu diterjunkan melakukan penjagaan dan himbauan kepada kedua kelompok pemuda untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kami kerahkan personil Polres PLB (Panggilan Luar Biasa) untuk melakukan pengamanan mengantisipasi aksi lanjutan dari sekelompok pemuda tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Minta DPO Tawuran Wonokusumo Menyerah

Untuk meredam amarah kedua kelompok pemuda, Iwan bersama kepala lingkungan dari dua kelompok pemuda berusaha melakukan pendekatan, dan berupaya memberikan pemahaman untuk menjaga Kamtibmas di masyarakat.

Sementara itu, Tim Puma Polres Dompu berhasil mengamankan enam orang pemuda di lingkungan Bali Bunga, Kelurahan Kendai Dua tepatnya di lapangan Kendai Dua yang membawa Sajam berupa Parang yang dimana pada saat itu tim Puma sedang melaksanakan sweeping terkait kejadian tawuran antar warga di Kelurahan Rasanggaro.

Baca Juga: Perang Sarung Pelajar Berbuntut Pembacokan

“Saat melakukan sweeping ditemukan sekelompok pemuda sedang nongkrong kemudian tim melakukan pemeriksaan dan mendapati parang yang diduga digunakan pada saat kejadian,” pungkas Iwan.

Untuk menyelesaikan terjadinya kesalahpahaman tersebut, Iwan menyerahkan proses mediasi terhadap kedua kelompok berseteru kepada Kapolsek Woja bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Daerah. (Aa)

Berita Terbaru