Potretkota.com - Diduga tidak kuat membendung rasa kangen kepada kedua orang tuanya, membuat dua orang bocah kakak beradik nekat kabur dari Pondok Pesantren El Rabani, Rangkas Bitung, Provinsi Banten.
Karena rasa kangennya terhadap kedua orang tua dan kampung halamannya yang berada di Kecamatan Way Huwi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung membuat kedua bocah kakak beradik ini nekad menyeberang selat sunda dari Merak, Banten dengan menumpang kapal Ferry menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Baca Juga: Arsitek dan Ahli Konstruksi Bersatu Wakafkan Profesi untuk Pesantren
Setibanya di Pelabuhan Bakauheni, kedua bocah kakak beradik ini terlihat bingung, kemudian petugas pelabuhan membawa kedua kakak beradik ini ke kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.
Foto dan Video kondisi bocah kakak beradik pemberani tersebut pun viral di media Sosial. Dalam Video yang beredar, kedua bocah tersebut mengatakan jika rumah orang tuanya berada di Kecamatan Way Huwi, Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam sebuah video, terlihat keduanya duduk di lantai. Di samping mereka terdapat botol minuman. "Rumahnya di mana? Apa nama kampungnya?" tanya seorang laki-laki dalam video.
Baca Juga: Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Selesai
Salah seorang bocah menjawab tinggal di Way Huwi. "Dekat Polsek. Nama Kampungnya Way Huwi. Kalau tempat sekolahnya di Campang Raya," kata bocah itu.
Lelaki dalam video kembali bertanya. "Kamu orang ini di mana mondoknya? Nama kamu siapa? Nama orang tuamu?" tanya laki-laki itu lagi. “Nama saya Imam. Kami dari Rangkas Bitung. Enggak mau mondok lagi," jawab salah satu bocah yang diamankan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siap Dampingi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny
Kondisi kedua bocah kakak beradik tersebut diunggah ke Facebook Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika, Sabtu malam (28/05/2022). Ridho mengatakan, kakak beradik ini tiba di Pelabuhan Bakauneni pada Sabtu petang (28/05/2022).
Menurut Ridho, hingga saat ini mereka masih berada di kantor KSKP Bakauheni. "Keduanya masih berada di kantor KSKP. Sebab pihaknya hanya mendapat informasi bahwa mereka tinggal di Way Huwi," tukas Ridho, Minggu (29/05/2022). (Rio)
Editor : Redaksi