Potretkota.com - Memiliki bakat bela diri memang dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian besar masyarakat, khususnya pecinta seni olah raga. Namun sayang, ketika memiliki seni bela diri, penyalahgunaan bakat kerap terjadi. Bahkan tak jarang hingga menyebabkan korban luka maupun korban nyawa. Tentu ini sesuatu yang miris untuk dipertontonkan.
Dengan jarak waktu yang cukup dekat, tawuran antar perguruan silat terjadi di kota Surabaya. Sebut saja bentrok antara massa Persaudaraan Setia Hati (PSHT) dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) di Jalan Wonorejo, Tandes, Surabaya, Jumat (17/12/2021) lalu, kemudian PSHT dan Kera Sakti di Jalan Dinoyo, Tegalsari, Kota Surabaya, pada Minggu (23/1/2022).
Baca Juga: Pamit Mancing Bawa Clurit, Remaja Gunung Anyar Dijaring Polsek Tambaksari
Terbaru, bentrok antara massa Perguruan Silat Pagar Nusa dengan sekelompok orang tak dikenal terjadi di kawasan Benowo, Surabaya, Minggu siang, (19/06/2022). Peristiwa bentrok terjadi ketika massa dari Pagar Nusa sedang dalam perjalanan pulang ke arah barat Surabaya seusai menghadiri halal bihalal perguruan di wilayah Sukolilo, Surabaya.
Kapolsek Pakal Kompol Bambang Eko mengatakan, kelompok Pagar Nusa yang sedang dalam perjalanan pulang itu, gabungan dari tiga daerah, yakni, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Kelompok ini sebagian berkendara minibus dan sebagian lagi berkendara motor. Saat melintas di kawasan Benowo, kelompok Pagar Nusa tiba-tiba diserang sekelompok orang tak dikenal.
“Tadi awal mulanya ada kegiatan dari rekan-rekan Pagar Nusa yang mengikuti kegiatan halal bihalal di wilayah Sukolilo, kemudian ternyata kegiatan tersebut juga dihadiri dari rekan-rekan komunitas Rembol Pagar Nusa, dari wilayah Lamongan, Bojonegoro. Kemudian setelah kegiatan selesai mereka perjalan pulang ke daerahnya masing-masing,” kata Bambang, Senin, (20/06/2022).
Baca Juga: Polisi Minta DPO Tawuran Wonokusumo Menyerah
“Ada beberapa bagian kelompok yang lewat wilayah Tandes, kemudian melewati Benowo, wilayah Pakal ke wilayah Gresik. Jadi informasi awal demikian, ada beberapa yang menggunakan rombongan sepeda motor dihadang oleh sekelompok orang yang juga menggunakan sepeda motor namun kita juga belum bisa memastikan dari kelompok perguruan silat yang lain atau dari kelompok mana karena memang juga tidak menggunakan identitas (atribut),” sambung Bambang.
Ia mengungkapkan, kelompok Pagar Nusa yang dalam perjalanan pulang itu, tiba-tiba dihadang dan terjadilah tawuran di sekitar SPBU Cell Jalan Raya Benowo. Kepolisian yang menerima informasi peristiwa tawuran kemudian bergerak menuju lokasi. Namun ketika petugas kepolisian datang, kedua kelompok berhamburan melarikan diri.
Baca Juga: Perang Sarung Pelajar Berbuntut Pembacokan
“Sehingga setelah didatangi petugas mereka melarikan diri. Ada beberapa korban yang selanjutnya kita bawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Di sisi lain aksi tawuran sempat terekam video amatir warga yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut dapat dilihat sekelompok pemuda pesilat Pagar Nusa sedang berselisih dengan sekelompok orang tak dikenal. Kericuhan tersebut terjadi setelah sebelumnya sekelompok pesilat Pagar Nusa selesai mengikuti kegiatan halal bihalal di Sukolilo, Surabaya. (SR)
Editor : Redaksi