Perayaan Idul Adha 1443 H

Kemasan Unik Daging Qurban dari Paguyuban Pedagang Bunga Kayoon

avatar potretkota.com
Bambang Supriyadi Ketua Panitia Qurban Pedagang Bunga Kayoon, Surabaya membagikan potongan daging qurban secara simbolis kepada pekerja pertokoan bunga.
Bambang Supriyadi Ketua Panitia Qurban Pedagang Bunga Kayoon, Surabaya membagikan potongan daging qurban secara simbolis kepada pekerja pertokoan bunga.

Potretkota.com - Pandemi Covid 19 yang menghantam berbagai belahan dunia selama 3 tahun terakhir ini, rupanya tidak mampu menghentikan niatan warga muslim untuk melaksanakan qurban di Hari Raya Idul Adha. Seperti halnya yang dilakukan oleh pengusaha bunga di Jalan Kayoon, Surabaya. Tahun ini, pelaksanaan pemotongan hewan qurban tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Meski di tahun ketiga di masa pandemi, muncul virus baru yang menyerang hewan ternak, khususnya jenis sapi, kerbau, dan kambing, yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), paguyuban pedagang bunga di Jalan Kayoon, Surabaya, tetap melaksanakan pemotongan hewan qurban. Akan tetapi, dengan adanya PMK, tentu hewan yang akan dipotong dipilih dengan sangat teliti.

Baca Juga: Sapi Gemoy asal Pakal Dipilih Presiden Prabowo Untuk Qurban

Bambang Supriyadi, Ketua Badan Pengawas (Bawas) PD Pasar Perwakilan Pedagang Bunga Kayoon Surabaya, yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Pemotongan Hewan Qurban Masjid Al-Itihad mengatakan, pihaknya memotong 5 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang didapat dari hasil patungan sejumlah pengusaha bunga yang tergabung dalam PD Pasar Surya, Surabaya.

“Ini adalah pesta para warga Pasar Bunga Kayoon, khususnya pedagang ya. Ini kita juga ada bantuan satu ekor sapi dari hotel Dafam Jalan Kayoon, harapannya kita bersatu di sini untuk qurban itu menyalurkan bagi yang membutuhkan. Tahap-tahapnya, kita penyerahan dana-dana setelah itu kita membelikan sapinya. Terus setelah itu penyembelihan,” kata Bambang, Minggu, (10/07/2022).

Menurut Bambang, pemotongan hewan qurban membutuhkan waktu hingga siang hari menjelang waktu Dzuhur. Setelah pemotongan hewan qurban usai dilakukan, pihak panitia dari Masjid Al-Itihad yang juga termasuk pengurus paguyuban pedagang bunga Kayoon, membagikan potongan-potongan daging kepada seluruh orang yang bekerja di kawasan pertokoan bunga Kayoon, Surabaya.

Baca Juga: PD RPH Surabaya Siapkan Sapi Terbaik untuk Qurban

Bambang mengungkapkan, pembagian potongan daging hewan qurban sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu pertama pembagian untuk para donatur, kedua pembagian untuk panitia yang berjumlah sekitar 60 orang, dan yang ketiga adalah pembagian pekerja pertokoan bunga Kayoon dan warga sekitar yang terlebih dahulu sudah dibagikan kupon sebanyak 550 kupon.

Satu hal menarik dari pemotongan hewan qurban di tengah paguyuban pedagang bunga Kyoon adalah cara pembagian yang tidak menggunakan plastik. Panitia Qurban Masjid Al-Itihad Kayoon lebih memilih menggunakan daun pohon jati yang didatangkan dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Namun demikian, untuk sampah dari pemotongan hewan qurban di sini tidak menggunakan daun.

Bambang menegaskan, penggunan daun pohon jati untuk mengemas potongan daging qurban merupakan salah satu wujud dukungan para pedagang bunga Kayoon kepada program pemerintah yang gencar mengkampanyekan pengurangan penggunaan bahan plastik. Sementara itu, untuk tiap-tiap bingkisan qurban dibagi sebanyak 1 kilogram per bungkusnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Minta Harga Sapi Idul Adha Turun

“Kita mencoba hari ini tidak menggunakan plastik tapi ya nggak 100 persen ya, kita sampah-sampah masih menggunakan plastik, kita pokoknya mengurangi penggunaan plastik. Di sini dilihat, ada pembungkus-pembungkusnya itu dari daun, kita pakai yang bisa daur ulang yang mudah. Jadi himbauan dari Walikota (Surabaya) itu kita implementasikan di lapangan,” tukas Bambang. (Red)

 

Berita Terbaru