Potretkota.com - Puluhan kilogram jeroan sapi dan belasan kepala kambing ditemukan warga berserakan di bibir pantai Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin pagi (10/7/2022) kemarin.
Akibat dari temuan ini, selain mencemari lingkungan pantai, warga sekitar juga mulai mengeluhkan terserang penyakit mual-mual lantaran tercium aroma busuk sejauh radius puluhan meter.
Baca Juga: Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik Kota Blitar Ada NPHD
Temuan puluhan kilogram jeroan sapi dan belasan kepala kambing ini, berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan aroma menyengat di sekitar pantai Sepinggan. Setelah ditelusuri, ternyata warga menemukan jeroan sapi, kaki dan kepala kambing yang berserakan di bibir pantai, dalam kondisi nyaris membusuk.
Salah satu warga, Rahman, mengatakan aroma busuk yang tercium hingga ke kawasan pemukiman warga ini awalnya diduga akibat aroma dari sampah, namun setelah ditelusuri, ternyata warga justru menemukan tumpukan jeroan sapi dan belasan kepala kambing yang berserakan di bibir pantai Sepinggan.
"Iya awalnya tercium aroma bau menyengat, saya kira itu bau busuk dari bangkai tikus di tempat sampah, tapi setelah saya ikuti aroma baunya, ternyata berasal dari bibir pantai Sepinggan ini. Saya pun kaget karena ada banyak sekali tumpukan jeroan sapi dan kepala kambing," kata Rahman saat ditemui awak media.
Rahman mengatakan jeroan sapi, kaki dan kepala kambing yang berserakan di bibir pantai Sepinggan ini, diduga adalah jeroan sapi yang sengaja dibuang pasca perayaan iduladha atau penyembelihan hewan kurban yang berlangsung pada hari Minggu kemarin. "Kalau menurut saya ini jeroan sapi dan kepala kambing hewan kurban kemarin yang habis disembelih, terus sengaja dibuang kesini," jelasnya.
Baca Juga: Usman Wibisono Bebas dari Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Akibat dari temuan tumpukan jeroan sapi dan kepala kambing ini, selain menyebabkan pencemaran lingkungan, khususnya di kawasan pantai Sepinggan, juga telah mengakibatkan masyarakat sekitar terserang penyakit mual-mual akibat aroma menyengat yang dirasakan hingga ke kawasan pemukiman. "Ya kan kalau seperti ini namanya mencemari lingkungan mas, apalagi kan aroma menyengat ini juga tercium hingga radius puluhan meter di kawasan pemukiman warga," kata Rahman.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti pelaku yang sengaja membuang puluhan kilogram jeroan sapi dan belasan kepala kambing di bibir pantai Sepinggan ini, namun warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk membersihkan jeroan sapi ini agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.
"Nah, kalau untuk pelakunya kami warga disini belum tau, tetapi yang pasti kami berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk segera membersihkan jeroan sapi dan kepala kambing ini, kami warga disini siap membantu petugas untuk ikut membersihkan agar warga tak lagi terganggu oleh aroma menyengat ini," tegas Rahman.
Baca Juga: Sanitasi Layak dan Aman adalah Kebutuhan Dasar

Senada dengan Rahman, warga lainnya Andri mengatakan akibat aroma bau menyengat ini, ia dan sebagian keluarganya mengalami mual-mual sejak pagi dan tak bisa beraktifitas normal meski telah mencoba mengantisipasinya dengan menggunakan masker 2 lapis. "Baunya itu lho, kenceng banget, saya dan anak istri saya dirumah terpaksa pake masker 2 lapis tapi aroma bau busuknya masih menyengat juga," keluhnya.
Andri pun berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan sekaligus mengusut aksi pecemaran lingkungan ini, lantaran dinilai telah merugikan masyarakat. "Ya semoga aparat penegak hukum bisa segera menangkap pelakunya, karena sudah mencemari lingkungan dan merugikan kami sebagai masyarakat di pesisir pantai Sepinggan," pungkasnya. (Iqbal)
Editor : Redaksi