Potretkota.com - Tradisi Megengan yang hingga saat ini menjadi budaya di tengah kalangan masyarakat khususnya di Surabaya, menjadi berkah tersendiri bagi peternak dan pedagang ayam kampung. Pasalnya, jenis ayam kampung yang satu banyak diburu masyarakat ini dijadikan sebagai menu utama dalam sajian tradisi Megengan.
Di Jalan Pegirikan, Surabaya, setiap menjelang puasa Ramadhan selalu ada pemandangan menarik, yakni pedagang ayam kampung berjajar di sepanjang Jalan Pegirikan tersebut. Hal ini dikarenakan tradisi Megengan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, menjadi momen tersendiri untuk meraup keuntungan bagi penjual ayam kampung.
Baca Juga: Terdakwa Sentra Kuliner Sukodadi Lamongan Dituntut Berbeda-beda
Muhammad Alfan, warga Rusun Sumbo Surabaya yang tampak usai membeli ayam kampung mengatakan, tradisi Megengan sudah menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Jawa. Ayam kampung menjadi menu utama dikarenakan ayam kampung ini memiliki cita rasa tersendiri ketimbang ayam broiler.
“Buat tradisi Megengan, buat adun (adonan). Rasanya agak beda sama (daripada) ayam yang biasa itu, lebih enak ayam kampung. Biasanya kalau kepingin murah tiga hari sebelum atau dua hari sebelum puasa,” kata Alfan, Rabu, (22/03/2023).
Bagi pedagang ayam kampung sendiri, omzet penjualannya memang tidak bisa dipungkiri perbedaannya daripada hari-hari biasa mereka berjualan. Hal itu seperti yang diungkap Masturi, pedagang dan sekaligus peternak ayam kampung di Jalan Pegirikan. Menurutnya, tingkat konsumsi masyarakat terhadap ayam kampung cukup tinggi.
Baca Juga: Pemilik Bakso Ronggolawe Datangi Kantor Polisi
“Kalau hari biasa tetap jualan tapi biasanya kirim ke warung-warung. Buat lebaran, buat pegengan kita baru gelar di Pegirikan ini sama teman-teman yang lain. Kalau hari-hari biasa, paling laku 70 ekor, tapi kalau Megengan begini bisa sampai 100 ekor lebih,” ungkap Masturi.
Baca Juga: GRDK Serukan Tolak Zakat Koruptor di Gedung Grahadi
Selain ayam kampung, di Jalan Pegirikan ini terlihat sejumlah pedagang bebek jenis mentok yang rupanya mentok ini biasanya dibeli oleh masyarakat yang kantongnya pas-pasan namun tetap tidak ingin melewatkan tradisi Megengan. Harga bebek mentok ini pun cukup murah, yakni antara Rp70 sampai dengan Rp100 ribu tergantung bobotnya.
Sementara untuk ayam kampung harganya jika dalam masa-masa Megengan sekitar Rp160 sampai dengan Rp170 ribu. Megengan adalah tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Biasanya diisi dengan doa bersama dengan keluarga atau warga kampung, yang kemudian dilanjutkan dengan saling berbagi menu makanan. (ASB)
Editor : Redaksi