Potretkota.com - Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 khususnya pada SMU, SMK atau MAN di Surabaya disoal. Wali murid berkumpul di Balai RW 4 Darmo Kali Surabaya, mengklaim pernah mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kedatangannya tak lain menanyakan adanya pagu tambahan terhadap sekolah SMK, SMU Negeri di Surabaya.
M. Isa, salah satu orang yang turut membantu wali murid melakukan pendaftaran lewat online mengaku, belum ada informasi terkait pagu. “Padahal, tahun 2017 ada informasi pagu tambahan setiap sekolahan,” katanya, Senin (3/7/2018).
Baca Juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
Sementara, Eva salah satu wali murid mengeluhkan terkait informasi dan peraturan terkait PPDB yang kurang jelas. "Saya pernah tanya pada salah satu sekolah, katanya pihak sekolah tidak ada pagu kosong. Terus misal ada siswa sudah diterima tapi tidak jadi masuk disekolah piihan, kan otomasis bangku kosong. Lha angku kosong itu untuk siapa?” keluhnya.
Baca Juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar
Menurut Eva, baik sekolahan atau dinas pendidikan harus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat sehingga kami sebagai wali murid lebih paham. "Katanya ada pendaftaran gelombang ke dua ternyata tidak ada, ini anak saya malu, dan tidak mau sekolah kalau tidak masuk SMU Negeri," ujarnya.
Merasa tidak ada yang beres ataupun tidak transparan, Eva dan wali murid lain, Rabu (4/7/2018) besok, menggandeng aktivis berencana melakukan demo di kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Gentengkali No 33 Surabaya. "Kami akan melakukan aksi," tegasnya.
Baca Juga: Pengadaan Alat Gamelan Jawa SD di Magetan Akhirnya Berfungsi
Terkait polemik yang ada, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Saiful Rahman, MM. M.Pd belum dapat dikonfirmasi. (Tio)
Editor : Redaksi