Potretkota.com - The Grand Taman Safari Prigen Jawa Timur menggelar peringatan Hari Orang Utan Sedunia (Word Orang Utan Day). Dalam acara tersebut, pihak Taman Safari menyediakan tumpeng durian dan didalamnya terdapat berbagai macam buah seperti jambu, pepaya, tomat, pisang, jeruk dan apel.
Curator Life Science The Grand Taman Safari Prigen Jawa Timur, Eko Windarto mengatakan terselenggaranya acara ini adalah fakta unik Orang Utan yang suka pada buah durian. Pasalnya, buah durian adalah salah satu buah yang di temukan oleh Orang Utan di hutan. "Atas fakta itu menjadi buah durian sebagai buah faforit oleh Orang utan," katanya.
Baca Juga: Korupsi Dana Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, Eks Dirut KBS Jadi Tersangka
Lebih lanjut, Eko Wimdarto menyampaikan jika di Kalimantan terdapat buah kembaran durian yaitu buah Lay, maka di hutan mereka lebih mudah mendapat dan mencari buah Lay atau durian. Atas hal itulah buah durian menjadi buah favorit mereka. "Berbeda dengan jeruk, apel, dan sebagainya," ujarnya.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Jatim Ajak Sekolah Ajarkan Siswa Mampu Ubah Sampah Menjadi Berkah
Disamping itu, Curator Life Science The Grand Taman Safari Prigen Jawa Timur, Eko Windarto mengajak masyarakat ikut melestarikan orang utan. " Ada berbagai kegiatan selain tumpeng pakan khusus Orang utan, di antaranya keeper talk, kuis kahoot, membuat enrichment, feeding orangutan," imbuhnya.
Eko Windarto berharap masyarakat semakin paham tantangan konservasi yang saat ini semakin kritis. Tak hanya itu saja, point pentingnya adalah menumbuhkan rasa cinta dan sayang terhadap Orang utan sejak dini.
Baca Juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
Karena di Indonesia memiliki tiga species Orangutan, yaitu Orang utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus), Orang utan Sumatera (Pongo Abelii) dan Orang utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). Di Taman Safari Prigen memiliki salah satu spesies orang utan yaitu Orang utan Kalimantan. Berdasarkan International Union for Conservation of Nature, species Borneo dan Sumatera termasuk satwa langka dan terancam punah. (Mat)
Editor : Redaksi