Akui Menerima Aliran Korupsi

Jaksa Syamsu Yoni Suprapto Diperiksa KPK

avatar potretkota.com
Jaksa Syamsu Yoni Suprapto
Jaksa Syamsu Yoni Suprapto

Potretkota.com - Kasi Intel Kejari Bondowoso Syamsu Yoni Suprapto akhirnya diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Kasipidsus Kejari Bondowoso Alexander Kristian Diliyanto Silaen dan Kajari Bondowoso Puji Triasmoro.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Rabu (13/2/2024), Jaksa Syamsu Yoni Suprapto kerap disebut menerima aliran uang dari kontraktor bernilai ratusan juta rupiah untuk diberikan ke Puji Triasmoro.

Baca Juga: Nama Ipong Muchlissoni Dicatut, Jaksa KPK Diperintah Periksa Lagi Suami Anggota DPRD Ponorogo

Alasan menerima uang untuk mengamankan Proyek Strategis Daerah (PSD) di Kabupaten Bondowoso. “Ada fee 2,5 persen yang disepakati antara Puji Triasmoro dan Munandar,” ucap Syamsu Yoni Suprapto.

Baca Juga: Hakim Tipikor Heran Biro Kesra Pemprov Jatim Beri Hibah Seragam GP Ansor Bondowoso Rp1,2 Miliar

Selain itu, Syamsu Yoni Suprapto juga pernah menerima aliran uang korupsi pengadaan traktor senilai Rp150 juta. Masing-masing, menurut mantan Kepala Subbagian Pembinaan Kejaksaan Tinggi Riau uang traktor mendapat bagian Rp20 juta. Sedangkan untuk menagih uang PSD mendapat bagian Rp50 juta.

Atas pernyaan tersebut, Puji Triasmoro menolak keterangan yang sudah dibeber oleh Syamsu Yoni Suprapto. Alasannya, terdakwa meminta saksi yang pernah bekerjasama di Kejari Bondowoso hadir dalam persidangan bukan secara online, melainkan off-line.

Baca Juga: Guru Spiritual Bupati Ponorogo Disebut Berpengaruh dalam Promosi dan Penempatan Jabatan

Sementara, Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto, saksi Syamsu Yoni Suprapto menerangkan soal penerimaan dari PSD di Bondowoso. “Jadi kan kemarin saksi Munandar dan Ansori pernag menerangan sudah menyerahkan uang melalui Kasi Intel sekitar Rp700 juta, namun saksi hanya mengakui menerima Rp275 juta,” ujarnya. (Hyu)

Berita Terbaru