Potretkota.com - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Kepala Karantina Jawa Timur, Muhlis Natsir menerapkan percepatan layanan karantina berupa layanan perlakuan fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah Garaman di Tempat Pemeriksaan Karantina (TPK) pada kawasan lini satu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Hal ini disampaikannya sesaat setelah peresmian TPK di lini satu Pelabuhan Tanjung Perak oleh Kepala Barantin, Sahat M Panggabean, Jumat (15/3/2024). “Selain mempercepat proses ‘cleareance’ di pelabuhan, juga diterapkan ‘Single Billing’ yang dapat menghentikan perang tarif diantara fumigator,” kata Muhlis.
Baca Juga: Bongkar 14 Kontainer Bawang Bombay Ilegal di Tanjung Perak
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur ini juga menjelaskan bahwa TPK selain untuk perlakuan fumigasi, juga untuk pemeriksaan kulit mentah garaman. Paska diresmikan, TPK telah dapat difungsikan secara penuh di PT. Terminal Petikemas Surabaya dan PT. Terminal Teluk Lamong- Pelabuhan Tanjung Perak.
“Sebelumnya butuh waktu lebih dari 3 (tiga) hari karena dilakukan diluar area lini satu, sekarang pemeriksaan karantina dapat diselesaikan kurang dari 1 (satu) hari,” papar Muhlis lagi.
Sebagai informasi, peresmian TPK di kawasan lini satu Pelabuhan Utama Tanjung Perak juga menjadi salah satu strategi Barantin dalam mengejar target zona hijau untuk Pelabuhan Tanjung Perak, pada penilaian Stranas-PK mendatang.
Berbagai indikator perbaikan terus dilakukan oleh seluruh entitas pelabuhan agar dapat berubah dari zona kuning.
Baca Juga: Pelindo Percepat Pembangunan Pelabuhan Batang
Adapun indikator penilaian yang menjadi tugas dari Barantin dalam hal ini BKHIT Jawa Timur adalah pemeriksaan media pembawa atau komoditas pertanian dan perikanan dengan klasifikasi risiko ‘low-risk’ dan ‘medium-risk ’ harus selesai di lini satu.
“Layanan ini telah kami kenalkan kepada pelaku usaha melalui soft launching dan sosialiasi sebelumnya, dan mendapat sambutan yang baik,” jelas Muhlis.
TPK yang disiapkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini merupakan wujud nyata dari semua entitas di Pelabuhan Tanjung Perak untuk memperbaiki ekosistem logistik yang berujung pada peningkatan daya saing perekonomian nasional.
Baca Juga: Pilar 08 Resmikan Posko Pemenangan Prabowo Gibran di Surabaya
Pelabuhan Utama Tanjung Perak masuk dalam target Stranas-PK bersama dengan 46 Pelabuhan Laut dan 6 Bandar Udara diseluruh Indonesia. “Sesuai dengan arahan Kepala Barantin, Karantina Jawa Timur siap berkolaborasi dengan semua pihak guna mencapai target zona hijau Stanas-PK di Pelabuhan Tanjung Perak,” pungkas Muhlis.
Sementara, Ketua Aspphami Jawa Timur Edy Purwanto yang turut hadir pada acara peresmian kali ini mengapresiasi terobosan layanan karantina. “Ini menjadi dorongan positif terhadap dunia usaha,” kata Edy. (Hyu/Ar)
Editor : Redaksi