Potretkota.com - ALF, pelajar kelas 11 SMA Swasta di kawasan Siwalankerto Surabaya dikeroyok seniornya hingga gagar otak. Diduga, aksi tersebut dipicu saling ejek antara korban dengan salah satu pelaku berinsial NV.
Yuliana Hutabarat ibu ALF mengaku, peristiwa berawal anaknya bersama NV bercanda diruang kelas. “Candaannya tersebut melibatkan simbol perguruan silat yang berbeda,” katanya kepada wartawan, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga: Gus Ofi Pasuruan Terima Aliran Dana Hibah PKBM Rp606 Juta
Rupanya, saling ejek tersebut berbuntut panjang, lantaran NV mengadu kepada kakak kelas. Karena tidak terima, NV lalu disuruh menjemput ANF yang sudah pulang dari sekolah. NV berdalih mengajak keluar ANF untuk membeli knalpot.
Namun, bukannya membeli knalpot. ANF justru diajak NV menemui kakak kelasnya berinsial AP, di Jalan Semolowaru Surabaya. Saat bertemu AP, korban ANF lalu dipaksa meminta maaf dan dihajar hingga babak belur.
Baca Juga: Ketika Jawaban Benar Jadi Salah, GMNI Soroti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Pontianak
Ketika pulang, Yuliana Hutabarat terkejut melihat anaknya dalam kendisi lebam-lebam pada bibir dan mata hingga hidung berdarah. Karena panit, ANF lalu diajak ke dokter. Hasil city scan, korban ALF dinyatakan mengalami kegagalan otak ringan.
“Kami sudah membuat laporan ke Polsek Wonocolo,” ujar Yuliana Hutabarat.
Baca Juga: Krisis Pendidikan dalam Perspektif Freire dan Ki Hadjar Dewantara
Saat ini kasus penganiayaan yang melibatkan pelajar antas sekolah tersebut ditangani oleh jajaran Reskrim Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya. (KF)
Editor : Redaksi