Dukung Erji, Banteng Lawas Saleh Mukadar Tuai Kritikan

avatar potretkota.com
warga sukarela pasang banner kotak kosong di Tambaksari.
warga sukarela pasang banner kotak kosong di Tambaksari.

Potretkota.com - Pilihan Saleh Mukadar Banteng Lawas mendukung Eri Cahyadi - Armuji (Erji) calon kepala daerah kota Surabaya, menuai kritikan dari berbegai pihak. Diantaranya, pengusaha dan aktivis yang bersatu dalam kotak kosong.

Dokter David Andreasmito pengusaha alat kesehatan mengatakan, Saleh Mukadar tidak berkutik. “Bisa jadi Saleh Mukadar menaikkan nilai tawar dengan pura-pura mendukung kotak kosong,” katanya, Senin (14/10/2024).

Baca Juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai

Pengusaha yang juga pemerhati politik ini senang dengan kabar Saleh Mukadar balik kandang. “Saya lebih senang kalau Saleh Mukadar itu balik lagi ke kandangnya. Saya rasa dia ke kotak kosong itu hanya untuk menaikkan harga, karena selama ini dia engga diperhatikan sama Eri Cahyadi,” tambahnya.

Menurut Dokter David, lebih baik kalau kotak kosong isinya murni rakyat bukan politikus, karena pikirannya jadi satu, tidak perlu pencitraan. “Orang yang dukung kotak kosong ini itu adalah orang-orang yang berbuat tanpa pamrih, karena apa, kotak kosong kan engga punya calon, engga ada orangnya. Jadi menang pun engga ada efeknya buat pribadi-pribadi mereka. Makanya saya tertarik dengan mereka yang berjuang untuk kotak kosong. Saya tertarik karena mereka itu berjuang tanpa partai, tidak ada yang menyuruh, tidak ada kepentingan politik, itu yang membuat saya ini kagum sama mereka,” jelasnya.

Senada yang disampaikan Rudy Gaol dari Aliansi Relawan Surabaya Maju. “Apa yang dilakukan Saleh Mukadar bukanlah hal yang mengejutkan. Dia itu mantan Ketua DPC PDIP Surabaya, bahkan memiliki julukan ‘walikota malam’ di era Bambang DH jadi Walikota. Saya menilai sikap kritis Saleh Mukadar adalah sebuah sikap membangun bargaining terhadap partainya agar dia diperhatikan sebagai salah satu senior PDIP,” ujarnya.

Baca Juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri

Hal ini disebut Rudy Gaol bukanlah hal menggemparkan, karena spirit Saleh Mukadar berbeda dengan kelompok kotak kosong. ”Kami bergerak memenangkan kotak kosong ini karena ingin menyelamatkan demokrasi dan masa depan Surabaya. Menyelamatkan Demokrasi agar kedepannya tidak ada lagi wilayah yang calon tunggal, sehingga rakyat diberi opsi memilih,” imbuhnya.

“Bila kita melihat putusan MK menurunkan syarat prosentase dukungan parpol maju Pilkada adalah agar banyak calon yang muncul. Menyelamatkan masa depan Surabaya karena kami khawatir APBD Surabaya berpotensi dibuat bancakan karena tidak ada fungsi kontrol penyeimbang dari legislatif, sebab seluruh partai telah diborong dan tidak ada kekuatan parpol yang berseberangan,” ungkapnya.

Pun demikian, Ketua Arek Suroboyo Bergerak (ASB) Diana Rosiana mengaku politisi PDIP Saleh Mukadar menunjukkan wajah aslinya dengan mengubah haluan dukungan dari kotak kosong ke Erji. “Saya pribadi engga kaget gaya oportunis seperti ini kan lagi trend, semoga janji bagi-bagi kuenya Erji bukan lagi janji manis ke Saleh Mukadar. Jangan sampai diprank kedua kalinya,” akunya.

Baca Juga: Partai Demokrat Jatim Nilai Rasiyo Turut Selamatkan RS Pura Raharja

Sementara, Fajar Isnu mewakili Gerakan Putra Daerah (GPD) menilai, Saleh Mukadar layak angkat kaki dari kotak kosong yang merupakan suara rakyat. “Dengan begitu, gerakan kotak kosong murni dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat,” bebernya.

“Dan tentu rakyat semakin mengerti bahwa dominasi partai yang mengusung Erji tidak akan lama di Surabaya. Ayo tenggelamkan Erji,” pungkasnya. (Hyu)

Berita Terbaru